Sandra Dewi Luncurkan Koleksi Busana

 

AKTRIS Sandra Dewi, 37, meluncurkan koleksi busana Claire New Year sebagai pembuka 2021. Ia menggaet desainer muda Cynthia Tan. Sandra mengatakan, koleksi tersebut merupakan hasil pengembangan ide desain dari dirinya. Ia menambahkan, sudah lama mengikuti perkembangan dunia fesyen.

“Aku sudah lama tertarik di bidang fesyen. Bisa dibilang aku orang yang sangat pemilih dalam hal busana. Saat memiliki ide rancangan busana, aku langsung teringat Cynthia Tan,” kata Sandra dalam keterangan resmi, Sabtu (9/1).

Koleksi ini, ujar Sandra, dibuat dengan konsep kekinian serta dapat dipakai setiap saat dan segala a cara. “Intinya, setiap perempuan yang memakai busana ini akan tetap terlihat cantik,” kata Sandra.

Cynthia Tan bukan orang asing bagi Sandra. Ia ialah perancang busana pengantin yang dikenakan Sandra saat resepsi pernikahannya pada 2016.

“Selain menurutku Cynthia sangat paham dengan keinginanku, rancangan busana buatannya tuh cocok sekali sama aku. Jadi, aku langsung diskusi dengan Cynthia soal ide-ide desain busana untuk awal 2021 ini,” imbuh pemain dalam sinetron Putri Bidadari tersebut.

Cynthia pun mengatakan, ia senang dapat bekerja sama dengan Sandra Dewi. Semua ide rancangan busana yang disampaikan Sandra
dapat dengan mudah dipahami Cynthia. “Ini seperti a dream come true. Mimpi yang menjadi kenyataan. Sudah lama sekali aku ingin bekerja sama dengan Sandra Dewi dan pada awal 2021 ini terwujud dan kami dapat bekerja sama. Ini sungguh sebuah anugerah,” kata Cynthia.

Sementara itu, dalam unggahan Instagramnya, Sandra mengatakan koleksi tersebut diminati masyarakat. Menurut dia, dalam waktu setengah hari, koleksi tersebut sudah sold out. Karena permintaan yang tinggi, ia membuka pre-order untuk koleksi tersebut. “Terima kasih untuk antusias luar biasa dari koleksi #clairenewyearwithSandraDewi,” ujar dia.

Sebelum terjun ke dunia fesyen, Sandra telah memiliki bisnis lini kosmetik, tas, dan emas.

Baca buku

Sandra dewi mengungkapkan ia menjadikan baca buku sebagai kegiatan harian untuk dua buah hatinya, yakni Raphael dan Mikhael Moeis. Apalagi, pandemi menyebabkan keluarganya tidak bisa banyak beraktivitas di luar rumah.

“Jadi, biasanya siang aku ngajakin mereka baca bareng dan itu tuh menurut aku bonding juga ya sama anak. Sambil bacain, sambil
mengajarkan, bonding juga sama anak,” kata Sandra, beberapa waktu yang lalu. Selain itu, baginya, membaca buku bisa lebih menyenangkan untuk keduanya daripada mengajak mereka menonton televisi.

“Kalau aku memang membatasi anakanakku menonton TV karena kesehatan mata juga. Kemudian, untuk buku, ternyata buku itu banyak sekali yang bisa kita eksplorasi” ujarnya.

Menurut dia, membaca buku bisa menjadi keseruan ketika menyebut nama-nama benda dalam ilustrasi buku. Raphael, ujar Sandra, terlihat tertarik dengan isi buku yang dibacakan. (Ant/H-3)