Santri Tingkatkan Perdamaian Dunia

 

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meminta para santri Nahdlatul Ulama (NU) yang ada di berbagai negara berperan aktif berkontribusi pada perdamaian dunia. Peran ini dibutuhkan untuk memperkuat inisiatif-inisiatif yang telah dilakukan pemerintah Indonesia yang selama ini sangat aktif berkontribusi kepada upaya perdamaian dunia.

“Kita sering mendengar bagaimana Indonesia selalu bersuara lantang untuk terus membela Palestina. Kerja pemerintah di bidang diplomasi perlu didukung dan dilengkapi dengan apa yang disebut second track diplomacy,” kata Ma’ruf dalam keterangan persnya saat Webinar Internasional Antar Rois Syuriah Pengurus Cabang Internasional Nahdlatul Ulama (PCINU) di Berbagai Negara, kemarin.

Menurut Ma’ruf, diplomasi dapat dilakukan para santri Indonesia di luar negeri.

“Dalam konteks inilah PCINU luar negeri saya yakin dapat melaksanakan diplomasi ‘jalur kedua’ melalui penyelenggaraan dialog-dialog antaragama, antarbudaya, dan antarperadaban yang menampilkan Islam yang moderat dan toleran,” ujarnya.

Dengan keberadaan para santri di luar negeri, Ma’ruf juga berharap kerja sama internasional yang selama ini dijalankan pemerintah dapat semakin optimal melalui dialog yang mendukung demokrasi dan perlindungan hak-hak asasi manusia, termasuk bagi kelompok minoritas.

Wapres mencontohkan tentang peran Indonesia dalam mendorong tercapainya perdamaian di Afghanistan yang perundingannya saat ini sedang berlangsung di Doha, Qatar.

“Saat saya masih aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI), kita menjadi tuan rumah Pertemuan Trilateral Ulama di Bogor (yang diikuti para ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan), yang menghasilkan Deklarasi Ulama untuk Perdamaian di Afghanistan (Bogor Declaration). Hasil pertemuan itu telah turut menyumbang terhadap proses rekonsiliasi nasional menuju perdamaian di Afghanistan,” ungkapnya.

Wapres menyebut ulama dan pesantren, khususnya NU, juga telah dan dapat terus berperan dalam membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan di Rakhine State dan Filipina Selatan.

Perekat bangsa

Yang tidak kalah pentingnya, tambah Ma’ruf, para santri harus mampu menjadi perekat persatuan bangsa. Menurutnya, persatuan ialah kunci bangsa untuk maju.

“Mentalitas dan semangat untuk bersatu ini harus terus diperkukuh di tengah-tengah adanya perbedaan antarkelompok yang semakin tajam. Persatuan dan kerukunan tidak hanya dalam hubungan antarumat atau organisasi Islam, tetapi juga dengan umat agama lain,” tegasnya.

Wapres juga mengingatkan bahwa NU merupakan organisasi perubahan dan perbaikan. Paradigma NU selain menjaga tradisi dan melakukan transformasi, juga harus melakukan perubahan dan inovasi secara berkelanjutan. Untuk itu, Wapres mengajak seluruh warga NU untuk terus mengusung semangat ini.

“Saya berharap agar kita semua selaku warga NU senantiasa melakukan gerakan perubahan dan inovasi untuk kemaslahatan umat dan membangun pusat-pusat perubahan dan inovasi (marakizul ishlah atau innovation hubs) di mana pun kita berada,” pintanya. (P-5)