Sektor Konstruksi Segera Bergeliat

 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) untuk cepat bekerja mengeksekusi berbagai proyek infrastruktur.

Hal ini agar anggaran besar yang diperoleh Kementerian PU-Pera dapat menggerakkan sektor konstruksi bergerak sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Saya ingin mengingatkan seluruh jajaran di Kementerian PU-Pera agar anggaran yang besar ini harus memiliki dampak yang signifikan, memberikan daya ungkit bagi ekonomi kita, membuat sektor konstruksi nasional bergeliat kembali,” ucap Jokowi saat menyaksikan penandatanganan kontrak tender/seleksi dini Kementerian PU-Pera tahun anggaran 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Presiden menyebutkan pada APBN 2021 Kementerian PU-Pera mendapatkan porsi anggaran sebesar Rp149,8 triliun.

Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa bergeraknya sektor konstruksi akan membuka lapangan kerja dan menggerakkan rantai pasok. Berbagai industri yang berada dalam rantai pasok kons­truksi, seperti industri baja, besi, semen, dan alat berat akan bergerak.

Bahkan, imbuhnya, sektor konstruksi juga akan menggerakkan sektor informal, seperti pedagang makanan, minuman, dan kos-kosan.

“Bergeraknya kembali sektor konstruksi tidak hanya memberikan kesempatan kerja bagi para pekerja kons­truksi, tapi juga akan menggerakkan rantai pasok sektor konstruksi, sektor kontraktor, memberikan multiplier effect yang luas bagi industri yang terkait dengan konstruksi,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyaksikan peneken­an 982 paket proyek senilai Rp12,5 triliun di berbagai daerah. Kementerian PU-Pera sebelumnya pada Desember lalu juga telah menyelesaikan tender sebanyak 209 paket proyek senilai Rp2,1 triliun.

Momentum awal tahun

Presiden mengatakan awal tahun ini menjadi momentum pemulihan ekonomi setelah pada 2020 pertumbuhan mengalami kontraksi yang cukup dalam hingga sempat minus 5,32% pada kuartal kedua dan membaik menjadi minus 3,49% di kuartal ketiga 2020.

“Meskipun minus, tapi membaik. Kita berharap di kuartal keempat 2020 dan kuartal pertama 2021 pertumbuhan ekonomi negara kita mengalami rebound, mengalami pemulihan kembali,” ucap Jokowi.

Kecepatan eksekusi proyek terutama yang padat karya sangat dinantikan karena sangat membantu meringankan beban masyarakat, terutama menyediakan lapangan kerja yang banyak. Meski demikian, dalam pelaksanaannya harus tetap memperhatikan tata kelola yang baik dan selalu transparan.

Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono mengatakan untuk Februari 2021 akan ada 1.984 paket proyek senilai Rp24 triliun segera diselesaikan kontraknya. Pada Maret 2021 juga akan diselesaikan untuk 1.553 paket senilai Rp40 triliun.  (E-1)