Sepi Peziarah, Bunga di Makam tidak Laku

 

TIDAK seperti tahun-tahun sebelumnya menjelang bulan suci Ramadhan, di setiap Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dipadati oleh peziarah kubur untuk mendoakan maupun membersihkan kuburan keluarga mereka.

Pantauan di TPU Kendari, Selasa (22/4), terlihat sepi dari peziarah seiring imbauan Kementerian Agama agar meniadakan ziarah kubur di tengah pandemi Covid-19.

Salah seorang pedagang kembang di kawasan itu, Ani, 35, mengatakan peziarah kali ini sangat sepi. Kondisi ini berdampak terhadap pendapatan mereka yang biasa menawarkan jasa sebagai pembersih kuburan serta para pedagang kembang yang berjualan di sekitar pintu masuk pemakaman TPU Punggolaka, Kecamatan Puuwatu.
 
"Biasanya, pada tahun lalu, menjelang sepekan memasuki puasa omzet penjualan bunga dalam bungkusan plastik bisa Rp100 ribu lebih dalam sehari termasuk air bersih dalam plastik satu liter. Namun, tahun ini paling besar mencapai Rp50 ribu," ujarnya.

Bungkusan plastik yang isinya berbagai macam kembang, mulai dari daun pandan yang sudah diiris, dicampur bunga melati, dan bunga lainnya, dijual antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per bungkus.

Ia mengatakan sepinya peziarah kubur tahun ini sudah berlangsung hampir sepekan lalu hingga memasuki minus dua hari jelang Ramadhan1441 Hijriah. "Tiap tahun saya menjual bunga di sini, harganya sepuluh ribu, satu kantong bunga dengan satu botol air, namun selama korona peziarah berkurang, bahkan bunga tidak laku," ujarnya. (OL-12)