Siaga dengan Ambisi Spurs

 

LEEDS United akan mewaspadai Tottenham Hotspur yang berambisi memupus tren negatif di Liga Primer Inggris saat kedua tim berjumpa malam ini.

Spurs saat ini bertengger di peringkat ketujuh dengan 26 poin di klasemen akibat gagal meraup poin penuh di empat laga yang telah mereka jalani. Terakhir, Spurs ditahan seri 1-1 oleh Wolves beberapa hari lalu.

Dari catatan tersebut, tidak mengherankan Spurs sangat mengidamkan perbaikan peringkat dan berharap bisa menang atas Leeds. “Saya respek kepada Tottenham dan cara mereka bermain. Mereka ialah tim yang susah untuk dilawan,” kata manajer Leeds Marcelo Bielsa dilansir laman resmi klub.

“Mereka memiliki pemain-pemain bagus dan ada banyak pilihan. Mereka memiliki penyerang yang bisa mengacaukan keseimbangan dan jelas bagaimana mereka ingin bermain,” sambung Bielsa.

Bagi pelatih berusia 65 tahun itu, pertandingan melawan skuad asuhan Jose Mourinho juga akan dimaksimalkan untuk memperbaiki posisi Leeds yang saat ini berada di peringkat ke-11 dengan 23 poin.

“Tim kami memberikan hal yang hebat dalam pertandingan yang ofensif. Klub membuat investasi penting untuk meningkatkan pertandingan ofensif kami dengan kerja sama Raphinha dan Rodrigo Moreno Mochado,” ujar Bielsa.

Leeds selalu menang tanpa kebobolan dalam dua laga terakhirnya. The Peacocks julukan Leeds menang 1-0 saat menjamu Burnley lewat penalti Patrick Bamford. Setelah itu, mereka membantai tuan rumah West Brom 5-0 lewat gol-gol Ezgjan Alioski, Jack Harrison, Rodrigo, dan Raphinha, serta bunuh diri pemain lawan.

Pemain Spurs, Eric Dier, mengungkapkan ia menantikan pertandingan melawan Leeds. “Mereka memiliki cara yang hebat dalam bermain. Mereka merupakan tim yang segar,” kata Eric Dier dilansir laman resmi Spurs.

Dibela Setan Merah

Manchester United mengeluarkan pernyataan menanggapi sanksi yang diberikan FA kepada Edinson Cavani atas dugaan ucapan bernada rasial. ‘Setan Merah’ menilai yang diucapkan Cavani bukan kesengajaan.

‘Seperti yang telah dia nyatakan, Edinson Cavani tidak menyadari bahwa kata-katanya dapat disalahartikan dan dia dengan tulus meminta maaf atas ucapannya tersebut dan kepada siapa pun yang tersinggung’, tulis manajemen United dalam laman resmi mereka.

United menjelaskan Cavani hanya mengirimkan ucapan apresiasi yang penuh kasih sebagai tanggapan atas pesan ucapan selamat dari seorang teman dekat.

‘Cavani memilih untuk tidak menentang tuduhan (FA) tersebut karena menghormati dan menunjukkan solidaritasnya dalam perjuangan melawan rasialisme dalam sepak bola’, tulis United.

FA memberi sanksi skors tiga pertandingan karena unggahan Cavani di media sosial pada November 2020 dinilai rasial.Pemain berusia 33 tahun itu mendapatkan skors dan denda 100 ribu pound sterling (sekitar Rp1,91 miliar) serta perintah untuk menjalani pendidikan tatap muka.

Cavani tidak menentang keputusan FA dan United meminta dendanya digunakan untuk mendanai proyek dan inisiatif antirasialisme.

Lebih lanjut, mantan pemain Paris Saint-Germain itu dipastikan absen saat United melawan Aston Villa (Liga Inggris), Manchester City (Piala Liga Inggris), dan Watford (Piala FA).  (R-3)