Sikap Murah Hati dan Keistimewaan Kaum Ansar

EPISODE 8 tafsir Al Mishbah membahas kaum Ansar mulai ayat 9-12 dalam surah Al-Hasyr. Ayat ini menceritakan sikap orang mukmin dari golongan Ansar dalam menerima dan menolong saudara mereka orang Muhajirin yang miskin dan pernyataan Allah yang memuji sikap kaum tersebut. Ayat terdahulu bercerita orang Muhajirin yang berhijrah ke Madinah. Ayat ini berbicara tentang penduduk Madinah yang menyambut kehadiran kaum Muhajirin tersebut.

Dalam ayat ke-9, Allah berfirman dengan bunyi, "Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka.” Kaum Ansar yang bermukim di Madinah menyambut baik kedatangan kaum Muhajirin. Kaum Ansar, penduduk asli Madinah yang telah dengan tulus beriman sejak sebelum datangnya kaum Muhajirin, tidak terlintas sedikit pun dalam pikiran dan hati suatu hari kebencian.

Potensi rasa kikir dan pelit pasti ada pada setiap manusia. Namun, apa yang ditunjukkan kaum Ansar justru kemampuan dan keistimewaan mereka untuk bermurah hati, berbagi kepada kaum Muhajirin padahal mereka juga tidak berlebihan, bahkan sangat kekurangan.

Disebutkan, Allah tidak meminta semua harta kita karena jika Allah minta semua harta kita, ada potensi kikir dalam hati. Oleh karena itu, Allah minta sebagian. Jika ada sifat kikir, enggan membantu yang lain. Namun, jika kita memberi, akan timbul hubungan harmonis, terjaga oleh tetangga, orang lain apabila kita berbaik kepadanya. Ingat, yang akan menolong kita pertama sekali ialah orang terdekat. Bukan saja yang terdekat tempatnya, melainkan juga terdekat hatinya kepada Anda.

Pada ayat ke-10 Allah menerangkan ada generasi kaum muslimin di masa mendatang setelah berakhirnya generasi Muhajirin dan Ansar yang sampai datangnya hari kiamat nanti berdoa dengan rasa kedekatan kepada Allah, memintakan ampunan atas generasi seiman yang terdahulu. Kaum muslimin satu dengan yang lain mempunyai hubungan persaudaraan, saling mendoakan agar diampuni Allah segala dosa-dosanya.

Ayat ke-11 kembali berbicara tentang orang munafik. Allah benar-benar menyaksikan bahwa yang dijanjikan orang-orang munafik itu ialah kebohongan belaka. Orang munafik ini sama dengan orang Yahudi, sama dalam kebenciannya kepada Islam dan dalam upayanya menghambat kebaikan.

Terakhir ayat ke-12 menjelaskan apabila orang Yahudi diusir dari Madinah. Orang munafik itu tidak akan pergi bersama mereka. Dan jika diperangi, mereka juga tidak akan membela. Jika pun menolong, mereka pasti akan lari mundur dan tidak akan menang.

Kesimpulan episode ini adalah orang-orang kaum Ansar memiliki keistimewaan yang luar biasa, sangat tulus dalam persahabatan, menyambut baik orang Muhajirin, dan tidak memiliki rasa dengki serta iri hati atas anugerah yang Allah berikan. Kemudian, ada orang yang datang sesudah masa sahabat nabi, mereka menghormati para sahabat dan selalu mendoakan agar diampuni dosa mereka. (Fer/H-3)