Sudinsos Jakpus Pastikan tak Ada Korban PHK yang Diangkut ke GOR

 

PETUGAS Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat Nimas Titin mengungkapkan tidak ada tunawisma yang diakibatkan kena PHK karena wabah covid-19 dalam penjangkauan yang dilakukan Pemkot Jakarta Pusat sejak Jumat (23/4).

Ditemui Media Indonesia, Senin (27/4), Nimas menyebut dari total 55 orang yang diciduk pada Jumat (23/4) semuanya adalah warga yang memang berniat memanfaatkan momen Bulan Ramadan untuk mengemis atau menunggu donasi warga.

"Sejauh ini, dari yang kita data, tidak ada sih yang beneran kena PHK lalu diusir dari kontrakan. Mayoritas pemulung dan gelandangan," ungkapnya.

Baca juga: Satu Tunawisma asal Papua di GOR Tanah Abang Negatif Korona

Hanya ada satu warga Papua yang berniat mencari anaknya karena akan lulus SD tahun ini. Perempuan paruh baya itu mengaku anaknya tinggal di salah satu panti anak di Jakarta Timur.

"Hanya ibu itu saja yang bilang ingin jemput anaknya. Tapi di sini tidak ada sanak keluarga. Di Papua sana pun dia bilang sudah tidak ada keluarga lagi. Jadi kita ingin rujuk supaya bisa tinggal satu panti dengan anaknya," ungkap Nimas.

Menurutnya, sebanyak 52 orang sudah dijemput kerabat mereka. Nimas menegaskan tunawisma yang kemudian digelandang dan ditampung di GOR Tanah Abang itu hanya bisa keluar jika dijemput kerabat yang bersedia menandatangani berkas pernyataan.

"Jadi dia hanya bisa keluar dari sini jika ada keluarga atau kenalan yang menjemput. Yang menjemput juga harus tanda tangan pernyataan bertanggung jawab atas memerbikan tempat tinggal supaya tidak menggelandang lagi," tukasnya.

Sementara itu, total ada delapan tunawisma yang masih ditampung di GOR Tanah Abang. Tiga orang adalah yang tidak bisa pulang karena berasal dari luar kota dan tidak memiliki sanak saudara di Jakarta. Sementara lima orang lainnya diciduk pada Minggu (26/4) malam. (OL-1)