Supaya Lawan Tersingkir Cepat

 

AKHIR Oktober lalu, Denny Indrayana mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu Kalimantan Selatan. Bersama sahabatnya, Bambang Widjojanto, mantan anggota KPK, mereka menyerahkan sejumlah dokumen yang disebutnya sebagai bukti pelanggaran yang dilakukan pasangan Sahbirin Noor–Muhidin.

Namun, Bawaslu mementahkan harapan besar di benak Denny untuk membuat sang petahana tersingkir sebelum pencoblosan. Tidak patah arang, Selasa (3/11), Denny dan Bambang kembali mendatangi Bawaslu Kalsel. Kali ini membawa 107 bukti pelanggaran. Lagi-lagi, Bawaslu memutuskan tidak ada pelanggaran. Namun, tekad Denny sudah bulat. “Kami akan tetap memperjuangkan pilkada yang jurdil dan tanpa politik uang,” tegasnya, kemarin.

Ia menambahkan kasus yang dilaporkan pihaknya ialah pelanggaran administratif. Namun, Bawaslu memeriksa terkait soal pidana pemilu.

Berduet dengan Difriadi Derajat, Denny menantang petahana gubernur di Pilkada Kalimantan Selatan. Di provinsi itu, hanya dua pasangan calon yang berkontestasi. Sahbirin diusung koalisi besar, sedangkan Denny oleh Demokrat dan Gerindra.

Menjadi pihak yang dibidik, Ketua Tim Pemenangan Sahbirin-Muhiddin, Rifky Nizami Karsayuda, menilai Denny dan kelompok telah menjadikan arena pemilihan gubernur sebagai ajang mempertontonkan arogansi. “Mereka berkedok penegakan hukum kepemiluan.”

Pihaknya akan menghadapi sekaligus mengingatkan Denny dan kawan-kawan. “Bagi kami di tim, kami akan taat pada prosedur dan mekanisme yang berlaku. Tetapi, kami tak mau publik dan pendukung kami merasa dilecehkan dan dipermalukan sehingga menyulut emosi mereka.”

Rifky pun berharap semua pihak bisa menahan diri dan memperlihatkan kua­litas kepemimpinan dan kedewasaannya kepada masyarakat Kalimantan Selatan.

Kabupaten Bandung

Dari sejumlah daerah, masyarakat sudah mulai memberi perhatian terhadap jalannya pesta demokrasi. Di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, misalnya, ratusan mantan kepala desa keluar dari kampung mereka.

Para mantan kades itu menyatu dan menyatakan dukungan untuk pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan. Pasangan politikus-artis ini diusung NasDem, PKB, dan Demokrat.

“Mereka berharap pasangan ini mampu membawa Kabupaten Bandung ke arah yang lebih baik, terutama menyangkut kesejahteraan masyarakat. Duet Dadang-Sahrul diharapkan mampu mengatasi persoalan banjir yang selalu terjadi di daerah ini setiap musim penghujan,” jelas Ketua Tim Pemenangan Dadang-Sahrul, Cucun Ahmad Syamsurijal.

Di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pasangan Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi terus mendekati petani. Kemarin, mereka berkampanye sambil menanam padi bersama kelompok tani di Padukuhan Sawahan, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen. “Saya optimistis pertanian Gunungkidul akan berkembang dan menjadi lumbung pangan di DIY. Ketahanan pangan DIY nantinya akan dipasok oleh sektor pertanian di Gunungkidul,” ungkap Immawan.

Ia berjanji akan memberikan dukungan dengan lebih banyak memberi bantuan infrastruktur pertanian, pembangunan sumur bor, dan mesin pertanian. (BY/AU/AD/MS/N-2)