TAFSIR AL-MISHBAH

TAFSIR Al-Mishbah episode 10 kali ini masih melanjutkan pembahasan tentang surah Al-Hasyr ayat 18-21. Dikatakan pada ayat 18 bahwa manusia harus senantiasa mengevaluasi dirinya agar menjadi orang yang bertakwa. "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Maksud ayat tersebut, agar kita menghindari hal-hal yang membuat kita mengalami kesulitan, bencana, dan siksa, baik urusan dunia maupun akhirat. Allah mengingatkan, takwa memiliki dua sisi, yakni duniawi dan makhrawi. Bisa saja orang yang rajin beribadah kepada Allah mendapatkan sanksi di dunia karena melanggar hukum alam. Sebaliknya, bisa saja orang yang tidak pernah beribadah menjadi orang yang beruntung di dunia karena ia mengikuti sunatullah di alam raya ini. Karenanya, ayat tersebut memerintahkan kita untuk muhasabah diri.

Selain melakukan evaluasi diri, kita juga harus senantiasa mengingat Allah seperti bunyi ayat 19. "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik."

Lantas mengapa ayat tersebut mengatakan bahwa kita bisa lupa kepada Allah? Sesuatu yang dilupakan itu pernah kita tahu pernah kita ingat. Lupa ialah fitrah manusia, tapi kita harus selalu ingat bahwa kita lemah di hadapan Allah.

Selanjutnya, Allah juga mengingatkan kita tentang adanya surga dan neraka. "Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga, para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan." Ayat tersebut sebenarnya sebagai peringatan, bukan sekadar memberi tahu. Namun, ada penegasan bahwa orang yang berbuat baik akan menjadi penghuni surga dan yang tidak baik menjadi penghuni neraka.

Pada ayat 21 Allah menegaskan tentang kebesaran Alquran. "Sekiranya Kami turunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir." Perumpamaan tersebut diberikan kepada manusia agar mereka mau berpikir karena berpikir merupakan hal yang akan mengantar seseorang sadar dan akan mempersiapkan untuk hari esok yang lebih baik.

Dari tafsir Al-Mishbah kali ini, terdapat tiga hal yang bisa kita petik. Pertama, tentang anjuran untuk introspeksi. Allah menganjurkan kita untuk senantiasa berdialog dengan diri kita sendiri. Kedua, kita semua lahir membawa fitrah keagamaan. Karenanya, peliharalah fitrah dengan bacaan dan pergaulan yang benar. Ketiga, Alquran diciptakan sesuai dengan fitrah manusia. Sangat agung kalau dihayati dan akan menggetarkan hati dan menguatkan hati.