Tangguh Hadapi Krisis, UMKM Terbukti Tahan Banting

 

MENTERI Koperasi (Menkop) dan UKM Teten Masduki mengatakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini menjadi penyangga ekonomi nasional di tengah ketidakpastian akibat pandemi covid-19. Bertahannya sektor UMKM diharapkan mampu menahan angka pengangguran dan menekan angka kemiskinan.

“UMKM itu sudah berkali-kali menghadapi situasi sulit, krisis. Kelebihan dari UMKM yang kecil-kecil ini ialah cepat melakukan perubahan. Banting setirnya itu cepat,” kata Teten dalam webinar bertajuk Kiat Inovasi Kreatif UMKM Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19.

Untuk itu, sambung Teten, pemerintah tak ragu menggelontorkan anggaran besar dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) buat sektor UMKM, mulai restrukturisasi pinjaman hingga hibah modal kerja bagi UMKM yang belum bankable.

“Dari sisi demand, kita coba bantu penyerapan lewat belanja kementerian dan lembaga. Kami mendapatkan komitmen dari Kementerian BUMN, belanja modal di bawah Rp14 miliar ini sekarang diperuntukkan UMKM,” ujar Teten.

Pada kesempatan terpisah, Defria Amelia Kirana, salah seorang pelaku UMKM di Jimbaran, Bali, mengaku harus banting setir agar usahanya dapat terus berputar. Selain tetap menjual pakaian dan sepatu bayi, usahanya kini juga memproduksi alat pelindung diri (APD), terutama masker.

UMKM yang mendapat binaan dari Pertamina itu kini, bahkan bisa merekrut pekerja yang untuk sementara dirumahkan perusahaan tempat mereka bekerja.

“Sejak Maret lalu, mulai banyak pekerja dan buruh yang dirumahkan akibat dampak covid-19. Akhirnya saya ajak untuk ikut bantu usaha saya,” ungkap Defria, kemarin.

Ajakan Defria itu kini membuat empat orang yang sebelumnya buruh jahit tersebut mampu bertahan hidup dengan ikut membantu usahanya. Mereka bekerja bersama pekerja lainnya yang sudah lebih dulu bergabung, terutama kalangan ibu rumah tangga. (Des/Ant/E-2)