Tata Kelola Ciptakan Rasa Aman Nasabah

 

PENERAPAN tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) di industri perbankan merupakan lini pertahanan utama dari risiko atau kejadian yang merugikan perusahaan atau nasabah. Dengan GCG, nasa­bah merasa aman ketika menempatkan dana mereka di bank.

Direktur & Corporate Secretary Bank Danamon Rita Mira­sari mengatakan GCG menjadi bagian penting untuk melindungi perusahaan dari segala bentuk risiko, termasuk penipuan atau fraud dan tindakan penyimpangan lainnya yang dapat menimbulkan kerugian bagi nasabah, masyarakat, dan tentunya perusahaan itu sendiri.

“Edukasi kepada nasabah itu sendiri menjadi kunci. Kami menegaskan kepada nasabah saat bertransaksi dengan bank, bahwa mereka bertransaksi dengan institusi, bukan individu,” kata Rita dalam seminar virtual terkait dengan tata kelola perusahaan di industri perbankan, kemarin.

Kontrol melalui survei juga kerap dilakukan perusahaan ke nasabah untuk memastikan tidak ada potensi fraud. “Interaksi dengan sesama orang sudah mulai kita kurangi agar nasabah secure atau merasa aman bahwa dia berinteraksi langsung dengan institusi dan infrastruktur sistem digital korporasi, dengan keamanan-keamanan yang hanya nasabah yang tahu, bukan dengan perorangan,” kata Rita.

Danamon juga menerapkan prinsip limit to know. Dengan demikian, tidak semua karya­­wan ataupun internal memiliki akses ke core banking. Tidak ada satu pun internal yang memiliki akses tidak terbatas.

“Kami menetapkan batasan dan segala macam sehingga akses dia ke customer, data, dan lainnya sepanjang transaksi terjadi di core banking itu akan ada auditnya,” kata Rita.

Kemudian, tim-tim karya­wan juga mereka edukasi untuk deteksi dini dan tidak ragu bertindak bila ada kecurigaan mengarah kepada tindakan penyimpangan pengelolaan keuangan.

“Kami jaga rahasianya pelapor, kerahasiaan datanya, lalu memonitor, dan tindak lanjuti. Mudah-mudahan dengan ini semua, termasuk kontrol berlapis, penerapan limit, edukasi nasabah, adanya kontrol dari tim sekitar, bisa memitigasi risiko yang akan timbul ke depannya,” kata Rita. (E-3)