Telkom Ditantang Bernilai Rp450 T Lagi

 

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengingatkan jajaran komisaris dan direksi PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT Telkom tidak berpuas diri dengan kapitalisasi pasar saat ini yang mencapai Rp317 triliun.

Erick menantang mereka untuk menaikkan kapitalisasi pasar perusahaan menjadi Rp450 triliun.

“Saya mau di bawah kepengurusan komisaris dan direksi ini valuasi Telkom harus sama kembali (Rp450 triliun),” kata Erick saat perayaan 25th Telkom IPO Anniversary yang dilakukan secara virtual, kemarin.

Hal itu harus bisa dilakukan karena transformasi jajaran di BUMN sudah terlihat dampaknya. Selain itu, Erick menilai transformasi yang dilakukan juga masih sedang-sedang saja.

“Kalau saya masih lihat sedang-sedang saja. Market sendiri bullish top 20 indeks BUMN jika dibandingkan dengan LQ45, dalam 6 bulan terakhir impact tercatat 10,77%, indeks 20 perusahaan BUMN 19,37%, artinya transformasi jajaran BUMN termasuk perusahaan BUMN sudah terlihat dampaknya di market,” pungkasnya.

Erick mengungkapkan transformasi dan teguran keras kepada PT Telkom pada awal 2020 semata-mata untuk membangun.

“Saya teringat di awal tahun saya buat statement keras terkait dengan PT Telkom. Tidak lain statement itu untuk mengajak, memacu, dan membangun Telkom kembali,” kata Erick.

PT Telkom mendapat teguran dari Menteri BUMN tersebut karena kapitali sasi pasar perusahaan mengalami penurunan.

Erick melihat Telkom merupakan perusahaan BUMN terbesar yang dimiliki Kementerian BUMN secara infrastruktur dan yang bisa mendorong perubahan yang terjadi akibat pandemi covid-19.

Pada kesempatan itu, Komisaris Utama PT Telkom Rhenald Kasali berharap PT Telkom mampu berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur digital untuk membangkitkan ekonomi masyarakat.

“Semua dilakukan sebagai tanggung jawab dari Telkom dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada para stakeholder,” katanya. (Iam/E-3)