Terusirnya Kaum Bani Nadhir dari Madinah

 

SELURUH makhluk baik yang ada di bumi maupun di langit, seperti malaikat, manusia, jin, binatang, hingga benda mati, semuanya bertasbih kepada Allah SWT.

Di surah Al-Hasyr ayat pertama pada Alquran: “Apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” Kata 'bertasbih' diambil dari kata sabaha atau berenang yang berarti berenang menjauh dari keburukan.

"Ketika bertasbih kepada Allah, kita menjauhkan diri dari sifat buruk dan menetapkan sifat terpuji kepada Allah sehingga menyucikan Allah dari segala kekurangan sekaligus memuji-Nya dengan aneka pujian."

Setiap makhluk memiliki cara bertasbih sesuai dengan keadaan mereka. Hal ini dapat terlihat dari sistem yang sedemikian konsisten sehingga langit dan bumi bergerak dengan teratur.

"Kita lihat matahari beredar dalam waktu dan tempat tertentu, bulan, bintang, bumi pun demikian. Semua berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT, itulah dimaksud bertasbihnya alam raya."

Allah SWT pun memperlihatkan keperkasaan dan kebijaksanaan-Nya terhadap kaum yang tidak bertasbih, yakni Bani Nadhir seperti yang diungkapkan dalam surah Al-Hasyr ayat ke-2.

Diceritakan Bani Nadhir, salah satu kaum Yahudi, merusak perjanjian dengan Rasulullah SAW dalam Piagam Madinah. Di perjanjian itu disebutkan semua yang menandatangani piagam tersebut akan membela Kota Madinah apabila diserang orang luar.

Bani Nadhir justru menjalin persekongkolan untuk memerangi Rasulullah. Kesalahan kedua, mereka melakukan percobaan pembunuhan kepada Nabi.

Nabi yang mengetahui keadaan tersebut lalu memutuskan blokade atau pengusiran kepada Bani Nadhir. Pengusiran pada bulan Rabiulawal tahun ke empat Hijriah itu banyak yang tidak menyangka akan berhasil lantaran keadaan, kekuatan, kekayaan, pengetahuan, dan perlengkapan Bani Nadhir sangatlah kuat.

Bani Nadhir juga mengira benteng-benteng yang kukuh yang telah mereka buat dapat menyelamatkan mereka dari serangan musuh-musuh. Mereka percaya benar akan kekuatannya sehingga mereka semakin berani mengadu domba dan memfitnah kaum muslimin sehingga orang-orang musyrik Mekah bertambah kuat rasa permusuhannya.

Dalam ayat kedua ini, Allah menerangkan keadaan orang-orang Yahudi Bani Nadhir. "Dan Allah telah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka; sehingga memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang mukmin." Sebagian penggalan ayat ke-2 surah Al-Hasyr.

"Di sini kuasa Allah salah satu faktor kemenangan Rasulullah. Jadi bukan kuatnya benteng, senjata, atau banyaknya personel. Namun, Allah menciptakan rasa takut kepada Bani Nadhir sehingga mereka berkesimpulan untuk menyerah."

Sebenarnya, Islam tidak suka peperangan, tetapi Allah bersabda dan diwajibkan berperang ketika dijajah atau ditindas. (Wan/H-1)