The Guardian Pindah ke Stadion Manahan

 

KLUB Liga 1 Bhayangkara FC langsung berubah nama menjadi Bhayangkara Solo FC seusai diresmikan pindah home base dari Stadion PTIK Jakarta ke Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, kemarin. Logo klub berjuluk the Guardian itu pun menjadi baru karena perubahan nama yang diusulkan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.

Chief Executive Officer (CEO) Bhayangkara Solo FC Irjen Istiono mengatakan keputusan memindahkan home base dari Jakarta ke Surakarta, tidak lepas dari situasi pandemi covid-19. Selain itu juga, keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator sepak bola di Tanah Air, yang menginginkan laga lanjutan Liga I pada Februari tahun depan bisa dipusatkan di Jawa bagian tengah.

Istiono saat meresmikan perpindahan home base Bhayangkara Solo FC di Stadion Manahan, kemarin, mengatakan keberadaan klub
milik Polri itu menjadi waktu tepat mengembangkan sepak bola di Solo Raya. Upaya membangun prestasi melalui sinergi dengan sekolah sepak bola (SSB) menjaring talentatalenta baru.

“Kita sudah dipercaya home base dan home ground di Surakarta, jadi harus bisa berguna dan bermanfaat. Pertama saya sudah memenuhi aspirasi nama baru menjadi Bhayangkara Solo FC, sesuai yang diusulkan wali kota dan Rektor UNS (Universitas Negeri Surakarta) Prof Dr Jamal Wiwoho. Selanjutnya, nanti melalui program pembinaan mulai usia 14 tahun dan 18 tahun akan bersinergi dengan SSB yang ada di Solo Raya,” imbuh Istiono.

Klub juara Liga Indonesia 2017 yang mendapatkan dukungan dana dari sponsor Bank Negara Indonesia dan Gojek, tanpa menggunakan
uang negara, akan menggunakan stadion UNS sebagai venue untuk latihan rutin. (Wj/R-2)