Turun, Produksi Kacang Tanah Sultra Hanya 3.221 Ton

 

Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat produksi kacang tanah di daerah itu pada tahun 2020 sebanyak 3.221 ton.

"Produksi kacang tanah tersebut dari luasan lahan panen 4.11 hektare yang tersebar pada 17 kabupaten kota," plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Muh Djudul, di Kendari, Jumat (22/1).

Dikatakan, produksi kacang tanah pada 2020 mengalami penurunan 19 ton dibanding produksi kacang tanah selama 2019 yang mencapai 3.221 ton.

"Menurunnya produksi kacang tanah tkarena merosotnya produktivitas per hektare yakni hanya 7,81 kuintal per hektare dibanding produktivitas pada tahun 2019 mencapai 8,23 kuintal per hektare," katanya.

Kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat adalah daerah penghasil komoditas kacang tanah terbesar di Sultra selama 2020 yakni Muna sebanyak 1.087 ton dengan luas tanam 1.424 hektare dan Muna barat sebanyak 1.003 ton dengan luas tanam 1.607 hektare.

Selanjutnya, Kabupaten Konawe Utara 211 ton, Buton 181 ton, Konawe Selatan 154 ton, Bombana 133 ton, Buton Tengah 129 ton, Konawe 98 ton, Buton Utara 46 ton.

Kemudian Kolaka Timur 43 ton, Kolaka 34 ton, Kolaka Utara 29 ton, Waaktobi 15 ton, Konawe Kepulauan 12 ton, Buabua 10 ton, Buton Selatan 9 ton dan Kendari 6 ton.

Pemerintah provinsi kata Djudul, terus mendorong para petani untuk meningkatkan produksi dengan cara memperluas lahan tanam dan pemerintah yang ikut membantu menyiapkan bibit.

Muh Djudul menambahkan, pemasaran produksi kacang tanah Sultra masih memenuhi kebutuhan pasar lokal dan sebagian diantar pulaukan ke kota-kota besar seperti Makassar, Surabaya dan Jakarta.

"Untuk pemasaran produksi komoditas kacang tanah kita belum ada yang diekspor langsung dari Sultra, tetapi masih diantarpulaukan ke beberapa kota-kota besar melalui para pedagang hasil bumi dari luar daerah yang datang ke Sultra," katanya  (Ant/OL-12)