UE Dorong Pembatasan yang Lebih Luas

 

PEJABAT UE memperingatkan Eropa agar siap untuk pembatasan covid-19 yang lebih luas karena infeksi melonjak di seluruh benua.

Eropa dan Amerika Serikat telah muncul sebagai zona bahaya covid-19 saat ini dalam krisis global, yakni lebih dari 44,94 juta orang telah terinfeksi dan 1.178.943 orang telah meninggal.

“Mengingat situasi yang sangat dinamis di seluruh Eropa, kita perlu sama-sama mengurangi kontak di hampir semua negara Eropa,” kata Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn kepada wartawan setelah konferensi video Menteri Kesehatan Uni Eropa yang dipimpinnya.

Komisaris Kesehatan Uni Eropa Stella Kyriakides menggemakan seruan itu. “Kita harus melalui ini, jika diperlukan, dengan pembatasan pada kehidupan sehari-hari untuk memutus rantai penularan,” katanya dalam konferensi video.

Pekan ini, Prancis dan Jerman mengumumkan penguncian wilayah atau lockdown baru ketika infeksi di Benua Eropa melewati 10 juta kasus.

Kawasan tersebut sekarang menjadi yang paling terdampak ketiga di dunia setelah Amerika Latin dan Karibia dengan 11,2 juta kasus dan Asia dengan 10,5 juta kasus. Untuk jumlah kematian, Eropa telah menderita 275 ribu kematian.

Sementara itu, Italia melaporkan rekor jumlah kasus baru virus korona pada Jumat, dengan lebih dari 31 ribu orang di­nyatakan positif dalam periode 24 jam.

“Lebih dari 31 ribu kasus dan 199 kemati­an. Saya mengajukan satu pertanyaan kepada Anda: tunggu apa lagi?” kata ahli virologi Roberto Burioni mengatakan di Twitter saat dia mendorong pembatasan yang lebih ketat.

Bar, restoran, acara olahraga, dan budaya telah dibatasi atau ditutup di beberapa negara Eropa lainnya.

Belgia, salah satu negara yang paling parah terkena dampak di Eropa, mencatat rata-rata 15.316 infeksi baru per hari pada pertengahan Oktober.

Amerika Serikat mencatat rekor kembali dalam hal jumlah kasus baru virus korona pada Jumat yang melampaui 94 ribu infeksi dalam 24 jam, menurut penghitungan dari Johns Hopkins University.

Negara yang telah melihat kebangkitan wabah covid-19 sejak pertengahan Oktober itu mencatat 94.125 kasus baru dalam 24 jam hingga pukul 20.30 waktu setempat pada Jumat (30/10).

Angka tersebut memecahkan rekor yang dibuat hanya satu hari sebelumnya, yakni lebih dari 91 ribu kasus. (Nur/CNA/AFP/I-1)