Vaksin Merah Putih Didistribusikan 2021

 

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro berharap agar vaksin Merah Putih untuk mencegah terinfeksi covid-19 didistribusikan ke masyarakat pada triwulan IV 2021. Saat ini, bibit vaksin yang dinamai vaksin Merah Putih itu masih dikembangkan enam institusi riset dan perguruan tinggi di laboratorium.

“Mudah-mudahan triwulan IV 2021 vaksin Merah Putih mulai bisa didistribusikan kepada masyarakat,” kata Menristek dalam pembukaan rapat kerja Kementerian Riset dan Teknologi di Jakarta, kemarin.

Menristek Bambang menuturkan untuk mendistribusikan vaksin, masih ada langkah-langkah yang harus dilakukan lebih dulu, yakni menyerahkan bibit vaksin kepada produsen vaksin, PT Bio Farma, pada triwulan I 2021.

Setelah itu, dilakukan scaling up dan dilanjutkan dengan uji klinis tahap 1, 2, dan 3 secara bertahap. Selanjutnya, hasil dari uji klinis akan ditinjau dan dievaluasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Kemudian, perlu mendapat izin edar dari Badan POM. Apabila semua proses itu bisa dilalui, baru bisa memproduksi vaksin secara massal dan akhirnya produk tersebut bisa mulai diberikan kepada masyarakat melalui program vaksinasi.

“Tentunya kita berupaya yang terbaik karena kita ingin penanganan pandemi ini bisa sesegera mungkin kita lakukan,” tuturnya.

Saat ini, pengembangan vaksin Merah Putih yang paling progresif ialah yang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dengan menggunakan platform subunit protein rekombinan. Vaksin yang dibuat Eijkman tersebut telah mencapai kemajuan lebih dari 50% dari skala laboratorium.

Evaluasi vaksin covid-19

Inggris telah meminta regulator obatnya untuk mengevaluasi kandidat vaksin covid-19 dari Universitas Oxford dan Astrazeneca untuk pasokan sementara. Astrazeneca memperkirakan 4 juta dosis tersedia di Inggris pada akhir bulan depan. Sementara itu, Menteri Kesehatan Matt Hancock menargetkan peluncurannya dimulai sebelum Natal.

“Kami telah secara resmi meminta regulator untuk menilai vaksin Oxford-Astrazeneca untuk memahami datanya dan menentukan apakah memenuhi standar keamanan yang ketat,” kata Hancock dalam sebuah pernyataan.

“Surat ini merupakan langkah penting sebelum penyaluran vaksin secepat dan seaman mungkin,” imbuhnya.

Badan Regulasi Produk Kesehatan dan Obat-Obatan Inggris (MHRA) sudah menilai vaksin dalam tinjauan bergulir saat data tentang keamanan dan kemanjuran masuk. Hancock juga telah meminta MHRA untuk menyetujui kandidat vaksin Pfizer-Biontech setelah terbukti 95% efektif.

Vaksin covid-19 Universitas Oxford dan Astrazeneca akan menjalani uji coba global baru. Seusai diklaim bahwa vaksin itu memiliki efektivitas hingga 90%, banyak kritik yang mempertanyakan klaim tersebut.

Profesor kedokteran Oxford Sir John Bell menyangkal bahwa uji coba sebelumnya tidak disiapkan atau dilaporkan dengan benar. Dia pun berharap data lengkap yang ditinjau rekan-rekannya akan dipublikasikan di jurnal medis Lancet pada akhir pekan. (Ant/Aljazeera/The Guardian/I-1)