Wapres Minta Kolaborasi Percepatan Bangun Papua

 

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meminta kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian (K/L) menghilangkan ego-sektoral dan berkolaborasi untuk mencapai percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat.

Permintaan Wapres itu dikemukakan juru bicara Wapres Masduki Baidlowi, di Jakarta, kemarin. “Yang ditekankan Wapres ialah harus ada kerja kolaboratif, jangan bekerja sendiri-sendiri. Selama ini kan itu dikerjakan sendiri-sendiri dan Wapres tidak mau seperti itu. Jadi harus kerja kolaboratif dan koordinatif,” kata Masduki.

Ma’ruf Amin telah bertemu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa di rumah dinas Wapres di Jakarta, beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, Ma’ruf meminta Suharso menyusun rancangan kerja percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat dengan menekankan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Untuk eksekusinya ada K/L banyak sekali, koordinasi pelaksanaannya dengan Bappenas, tetapi tanggung jawabnya di Wapres. Dalam hal ini Wapres sudah memanggil Kepala Bappenas untuk meminta rencana kerja berikut time table dan targetnya,” jelas Masduki.

Dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 20 Tahun 2020 tentang Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat, Presiden Joko Widodo menunjuk Wapres Ma’ruf Amin selaku ketua dewan pengarah dengan delapan menteri dan kepala lembaga sebagai anggotanya.

Delapan K/L yang terlibat dalam Tim Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat itu ialah Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Menko Bidang Perekonomian, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Kepala Staf Kepresidenan, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas yang merangkap sebagai Ketua Harian.

Wapres menekankan peningkatan kualitas SDM dan kesejahteran masyarakat di Papua dan Papua Barat. Pendekatan keamanan bukan lagi prioritas. (Ant/Che/P-2)