Waspadai Gempa Susulan

 

SEJUMLAH alat berat dan perlengkapan lain dikerahkan untuk membantu proses evakuasi para korban dari reruntuhan bangunan akibat gempa bermagnitudo 6,2 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Barat, kemarin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan sudah siap mengirimkan bantuan ke lokasi bencana melalui Lantamal VI Makassar lewat jalur laut. Pasalnya, akses dengan jalur darat tidak bisa ditempuh.

"Kami kerahkan Kapal Perang Kal Mamuju II-6-64 menuju Mamuju, kemudian disusul KRI Teluk Ende supaya bisa bergerak cepat," kata Komandan Lantamal (Danlantamal) VI Makassar Laksamana Pertama Benny Sukandari.

"Lantamal VI Makassar juga mengerahkan personel serta material dan bantuan bahan pokok makanan-minuman lewat laut yang akan diangkut menggunakan kapal perang menuju Kabupaten Mamuju," tambah Kepala Penerangan Lantamal VI Makassar Kapten Suparman Sulo.

Sementara itu, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo langsung memerintahkan jajarannya untuk bertindak cepat melakukan langkah-langkah tanggap darurat.

Kepala Negara juga menyampaikan belasungkawa atas korban yang meninggal dunia akibat gempa yang melanda wilayah Mamuju dan Majene itu.

"Saya telah memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Kepala Basarnas, dan Panglima TNI dan Kapolri beserta jajarannya, untuk segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban, serta melakukan perawatan kepada korban yang lukaluka," tambah Presiden.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan sampai saat ini sebagian jaringan listrik masih padam dan komunikasi seluler tidak stabil di dua wilayah kabupaten tersebut.

 

Sumber: BNPB/Riset MI-NRC

 

 

Lokasi pengungsi

Pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pun mengimbau masyarakat agar selalu mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Di sisi lain, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG) Daryono mengimbau warga yang bermukim di wilayah pesisir Majene untuk waspada mengingat adanya gempa beruntun yang terjadi sejak Kamis (14/1).

"Masyarakat di kawasan perbukitan dengan tebing curam juga perlu waspada karena gempa susulan signifi kan dapat memicu longsoran (landslide) dan runtuhan batu (rock fall)," tambahnya.

Lebih lanjut, Raditya mengungkapkan, ada 10 titik lokasi pengungsian di Kabupaten Majene, yaitu di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, dan Desa Limbua. Desa-desa itu terletak di Kecamatan Ulumanda, Kecamatan Malunda, dan Kecamatan Sendana.

Untuk di Kabupaten Mamuju terdapat lima titik pengungsian yang berada di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

"BNPB telah mengirimkan sejumlah bantuan untuk penanganan bencana di sana, di antaranya 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit light tower, 200 unit pelbet, 500 paket perlengkapan bayi, 500 ribu pcs masker kain, 700 pak mi sagu, dan 30 unit genset 5 KVA.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya mengatakan sikap kesetiakawanan dan gotong royong secara nasional harus terus dibangkitkan untuk menjawab ancaman bencana alam di sejumlah daerah akibat cuaca dan fenomena alam ekstrem dalam beberapa bulan terakhir. (Ata/Dhk/TB/*/X-7)