WHO: Kita Mungkin Lelah tapi Covid-19 tidak Lelah

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) meminta semua orang untuk terus memerangi covid-19. Pasalnya, meskipun kita mungkin muak melawan pandemi, virus itu tidak lelah dengan kita.

"Kita mungkin lelah dengan covid-19. Tapi virus tersebut tidak lelah," kata Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia berbicara kepada majelis tahunan utama WHO, Senin (9/11), setelah dihentikan pada Mei akibat pandemi.

Sangat penting, katanya, bagi orang untuk mengikuti sains dan tidak menutup mata terhadap virus. Tedros, yang sedang melakukan karantina setelah melakukan kontak dengan seseorang yang dites positif covid-19, memperingatkan bahwa virus itu memangsa kelemahan.

"Virus itu memangsa mereka yang kesehatannya lebih lemah, tetapi ia juga memangsa kelemahan lain, yakni ketidaksetaraan, perpecahan, penyangkalan, angan-angan, dan ketidaktahuan yang disengaja," katanya.

"Kita tidak bisa bernegosiasi dengannya atau menutup mata dan berharap itu pergi. Ia tidak mengindahkan retorika politik atau teori konspirasi," katanya. "Satu-satunya harapan kita yaitu sains, solusi, dan solidaritas."

Komentarnya muncul setelah covid-19 menewaskan lebih dari 1,25 juta orang dan menginfeksi lebih dari 50 juta di seluruh dunia sejak pertama kali muncul di Tiongkok akhir tahun lalu.

Tedros memperingatkan bahwa pandemi telah mengungkapkan kebutuhan dunia untuk merebut kembali tujuan bersama. Menurutnya, tujuan bersama beberapa tahun terakhir telah terkikis oleh gelombang pasang surut nasionalisme dan isolasionisme yang salah arah.

Ia juga memuji terpilihnya Joe Biden sebagai presiden AS berikutnya. Ia berharap hasil itu dapat menandakan kerja sama global yang lebih erat untuk mengakhiri pandemi.

"Dalam semangat itu, kami mengucapkan selamat kepada Presiden terpilih Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris dan kami berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahan mereka dengan sangat erat."

Biden telah mengisyaratkan bahwa pemerintahannya akan membatalkan keputusan Donald Trump untuk menarik Amerika Serikat sebagai donor utama WHO. (AFP/OL-14)