UpBots Launches Version 2.0 of its Crypto Trading Platform

Toyota pangkas produksi karena kekurangan suku cadang

Ombudsman: Baru lima daerah di NTT penuhi syarat uji kir kendaraan

Penjualan naik, Kemenperin dorong industri alat berat pacu produksi

Anggota DPR: Siapkan langkah antisipasi terkait potensi krisis energi

Peragaan busana batik Nusantara di Shanghai

Sentimen risiko “rebound”, dolar akhiri kenaikan lima minggu beruntun

Sri Mulyani tekankan transisi hijau dalam tangani perubahan iklim

UpBots Launches Version 2 of Its Crypto Trading Platform

Danabijak resmi kantongi izin OJK

BI perkirakan terjadi inflasi 0,08 persen pada Oktober 2021

StrongNode Partners with Blockpass for KYC Provision

BSI dorong kemitraan UMKM permudah akses pembiayaan

Toyota: Production Plans in November 2021, as of October 15

Teknologi injeksi uap tingkatkan produksi minyak di Lapangan Duri

BPS: Mobilitas penduduk di tempat belanja alami pemulihan

Dolar bersiap hentikan kenaikan 5 minggu, yen sentuh terendah 3 tahun

Mitsubishi Motors Reveals the Design of the All-New Outlander PHEV Model

IEA sebut krisis energi dapat mengancam pemulihan ekonomi global

Erick Thohir: Merger Pelindo realisasikan harapan besar Presiden

Menteri ESDM nilai Blok Rokan masih potensial produksi migas

Driving the Digital Economy – The 2021 Global Digital Trade Conference and Wuhan (Hankoubei) Commodities Fair thematic event “Digital Trade and Technology” held in Wuhan, Hubei

Loh Boon Chye, CEO of SGX: Strengthen market connectivity and capital flows, and support China’s internationalisation

Indonesia Develops Blue Economy to Boost National Manufacturing Industry Growth

AOTS, NTT DOCOMO and Mobile Innovation to Conduct Trial of 5G-Enabled Remote Technical Training

Topelia Australia launches US$25M Series A call for COVID-19 ATT Ziverdox

Spikes Asia Awards 2022 Announces the Integration of the Tangrams Awards and Launch of the Strategy & Effectiveness Spike

All-New Lexus LX Premieres as the 2nd Model of Lexus Next Generation Following NX

Minyak naik di Asia, harga gas tinggi dapat picu peralihan ke minyak

Menteri PUPR tekankan pentingnya hunian inklusif bagi semua masyarakat

Desa Devisa binaan LPEI akan ekspor kopi perdana ke Arab Saudi besok

Kami sangat bahagia karena karena pada akhirnya kami berhasil melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi. Berkat pelatihan dan pendampingan yang diberikan oleh LPEI dan tentunya kerja keras para petani…

Jakarta () – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) meyakini Desa Devisa binaannya dapat melakukan ekspor berkelanjutan seiring dengan pendampingan dan pelatihan yang terus diberikan perseroan.

Salah satu Desa Devisa binaan LPEI, Desa Devisa Kopi Subang, Jawa Barat, melalui Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) yang menaungi petani di wilayah tersebut, akan melaksanakan ekspor perdana sebanyak 18 ton Kopi Arabika ke Arab Saudi senilai 148.320 dolar AS atau setara Rp2,1 miliar pada 19 September 2021 dari total pengiriman sejumlah 150 ton yang dilakukan secara bertahap. 
.
"Sejak awal kami optimis dengan potensi Subang dengan komoditas kopinya, dikombinasikan dengan pelatihan yang kami berikan kepada para petani. Kolaborasi yang baik LPEI, Pemerintah Kabupaten Subang, koperasi, serta seluruh pihak lain yang terlibat merupakan faktor penting dalam keberhasilan ini," kata Direktur Eksekutif LPEI D James Rompas dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Oleh karena itu, lanjut James, pihaknya tidak akan berhenti sampai di situ. Sebab dengan kerja sama yang baik, menurutnya, Desa Devisa Subang tentu akan bisa melakukan ekspor secara kontinyu dan berkontribusi bagi pendapatan negara.

Desa Devisa merupakan program LPEI dalam mengembangkan komoditas dan kapasitas masyarakat pada suatu wilayah.

"Kami sangat bahagia karena karena pada akhirnya kami berhasil melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi. Berkat pelatihan dan pendampingan yang diberikan oleh LPEI dan tentunya kerja keras para petani, kami dapat memenuhi permintaan dari Arab Saudi. Kami berharap ini hanya awal dari ekspor-ekspor yang berikutnya,” ujar Ketua Koperasi GLB Miftahudin Shaf.

Selain dengan Kabupaten Subang, LPEI juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) dalam penjajakan Desa Devisa yang ketiga. 

Sebelum Subang LPEI telah  membentuk Desa Devisa Kakao di Jembrana, Bali dengan komoditas unggulan biji kakao fermentasi dan Desa Devisa kerajinan Bantul, Yogyakarta, dengan produk kerajinan ramah lingkungan.

Baca juga: Setelah Bali dan Yogyakarta, LPEI luncurkan desa devisa di Subang
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © 2021