PIP dorong pemulihan ekonomi melalui promosi usaha ultramikro

Rupiah Senin pagi melemah 24 poin

Pemerintah siapkan Rp451 triliun untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

BRI dapat alokasi KUR sebesar Rp260 triliun pada 2022

Bank Dunia memproyeksikan perekonomian Indonesia tumbuh 5,2 persen

Kemenkeu wajibkan ada KPI untuk penerima PMN

Ditjen Pajak sebut harta yang dilaporkan sukarela capai Rp2,33 triliun

Dua anak usaha BUMN kolaborasi, dorong inklusi keuangan di Indonesia

Bappenas-Pansus RUU IKN kunjungi lokasi penting pembangunan IKN

Rupiah akhir pekan ditutup turun tipis, pasar pesimis pada ekonomi AS

BNI raih anugerah Campus Financial Ecosystem dari Kemendikbudristek

Rupiah Jumat pagi melemah 11 poin

Indodax: Developer aset kripto dalam negeri tak kalah inovatif

Dolar AS tergelincir terhadap hampir semua mata uang utama

BSI UMKM Center, mudahkan pelaku usaha pasarkan produk

Pakar sebut penurunan kredit berisiko BNI sebagai indikator positif

Pemerintah serap Rp11 triliun dari lelang sukuk awal tahun

Rupiah Rabu pagi menguat 2 poin

Bank Dunia turunkan proyeksi pertumbuhan global 2022 jadi 4,1 persen

Dolar melemah setelah kesaksian Powell, mata uang berisiko menguat

Rupiah menguat dipicu pesimisnya data tenaga kerja AS

DJP sebut PPh Final dari pengungkapan sukarela capai Rp125,52 miliar

Realisasi pendapatan APBD Jawa Tengah 2021 capai Rp26,578 triliun

Dirut LPDB-KUMKM ungkap strategi pembiayaan dana bergulir tahun 2022

Indef: Dana PEN kesehatan perlu diperkuat guna tangkal dampak Omicron

Yuan berbalik menguat 89 basis poin menjadi 6,3653 terhadap dolar AS

Rupiah Senin pagi menguat 21 poin

Dolar menguat di perdagangan Asia jelang data inflasi AS

Ketika pebasket sombong hampir kalah lawan pegawai BNI

Menko Airlangga: Program prioritas PEN digenjot sejak awal tahun

Krisis semikonduktor hambat produksi Honda

Solo () – Krisis semi konduktor yang tak kunjung usai, membuat banyak kendaraan Honda mengalami hambatan produksi yang menyebabkan konsumen harus bersabar untuk menunggu kendaraan yang mereka pesan terlebih yang membutuhkan banyak teknologi canggih di dalamnya.

"Produksi kami belum stabil, terlebih Honda Sensing itu chip semikondutornya banyak sekali," ungkap Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM Yusak Billy pada saat sesi Meida Test Drive all new Honda BR-V di Ungaran, Jawa Tengah, Selasa (11/1).

Dengan begitu, pihak dari Honda Prospect Motor (HPM) tidak tinggal diam. Perusahaan ini terus memantau perkembangan mengenai isu krisis ini yang menyebabkan penumpukan antrian di dapur produksi.

"Kalau kapasitas produksi kita ada, tapi kan partsnya gak ada, itu yang membuat produksi kami bermasalah, dan kami terus memonitor supply part-nya," kata dia.

Dalam hal ini, dia menyampaikan bahwa dampak yang sangat terasa itu dialami oleh Honda Mobilio sehingga dengan terpaksa untuk parts yang tersedia dialihkan untuk Honda Brio yang memiliki kontribusi yang cukup tinggi untuk Honda.

"Makannya kenapa Mobilio drop (wholesales), karena komponennya banyak yang sama dengan Brio. Sehingga kita lebih mengutamakan Brio dulu," jelas dia.

Mobil yang masuk segmen Lom Multi Purpose Vehcile (LMPV) ini pertama kali diperkanalkan pada 20014 lalu, pesaing dari Toyota Avanza ini memiliki dimensi panjang 4.386-4.398 mm x lebar 1.683 mm dan 1.603 mm tinggi dengan sistem penggerak roda depan.

Baca juga: Taiwan-Jepang akan kerja sama untuk semikonduktor

Baca juga: Produksi mobil di Inggris masuki titik terendah karena krisis chip

Baca juga: Ford dan GM mendaptkan hasil minus selama krisis semikonduktor

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © 2022
  • Tags
  • honda mobilio
  • honda brio
  • honda