Kesenjangan di Indonesia menyempit

KPR BRI Virtual Expo sukses catatkan 4.000 pengajuan

Peruri siap arungi 2022 dengan mematangkan transformasi digital

Tito Karnavian apresiasi realisasi APBD Riau nomor 4 nasional

Dolar turun bersama “yields” obligasi AS, namun naik untuk minggu ini

Dirjen Pajak dorong masyarakat manfaatkan pengungkapan harta sukarela

Pertemuan Kelompok Kerja Infrastruktur G20 dorong pemulihan global

UNCTAD: FDI global “rebound” kuat tetapi pemulihan sangat tidak merata

Rupiah Kamis pagi menguat 22 poin

Pelaku fintech nilai pandemi percepat akselerasi digital

BRI dapat penghargaan sebagai Bank Umum Penyalur KUR Terbaik 2021

Prudential dorong peningkatan literasi keuangan untuk anak-anak

Trenggono keluarkan 44 instruksi, tindak lanjuti rekomendasi BPK

Rupiah Rabu pagi melemah 27 poin

Nilai tukar dolar AS naik dipicu lonjakan imbal hasil obligasi

2015-2021, penduduk miskin di Kalteng menurun

Dapat hibah, Baznas Kota Malang akan genjot pemasukan

Tekan inflasi, TPID Kota Cirebon gelar pasar murah selama 3 hari

PIP dorong pemulihan ekonomi melalui promosi usaha ultramikro

Rupiah Senin pagi melemah 24 poin

Pemerintah siapkan Rp451 triliun untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

BRI dapat alokasi KUR sebesar Rp260 triliun pada 2022

Bank Dunia memproyeksikan perekonomian Indonesia tumbuh 5,2 persen

Kemenkeu wajibkan ada KPI untuk penerima PMN

Ditjen Pajak sebut harta yang dilaporkan sukarela capai Rp2,33 triliun

Dua anak usaha BUMN kolaborasi, dorong inklusi keuangan di Indonesia

Bappenas-Pansus RUU IKN kunjungi lokasi penting pembangunan IKN

Rupiah akhir pekan ditutup turun tipis, pasar pesimis pada ekonomi AS

BNI raih anugerah Campus Financial Ecosystem dari Kemendikbudristek

Rupiah Jumat pagi melemah 11 poin

Perusahaan nasional diminta ambil peluang kelola industri hulu migas

Ini kesempatan buat pemain dalam negeri untuk unjuk gigi

Pekanbaru () – Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menanggapi keputusan beberapa perusahaan asing yang hengkang atau meninggalkan Indonesia dari bisnis subsektor hulu minyak dan gas bumi (migas).

Menurutnya, kondisi itu perlu disikapi secara bijaksana karena menjadi peluang bagi perusahaan dalam negeri untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengelola industri hulu migas di Indonesia.

"Ini kesempatan buat pemain dalam negeri untuk unjuk gigi," kata Dwi dalam pernyataan yang dikutip di Pekanbaru, Riau, Selasa.

Dalam berbagai kesempatan diskusi, Dwi menyampaikan bahwa publik tidak perlu ribut atas pilihan perusahaan asing tersebut, karena seharusnya publik melihat kemampuan perusahaan dalam negeri untuk mengambil potensi seluas-luasnya dalam bisnis hulu migas tersebut.

"Kenapa kita mengeluh orang lain pergi? Padahal seharusnya potensi dalam negeri bisa dimanfaatkan secara maksimal," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengakui bahwa keberadaan perusahaan migas asing masih sangat dibutuhkan bagi Indonesia untuk mencapai target produksi 1 juta BOPD dan gas bumi 12 miliar MMSCFD pada 2030, karena itu pemerintah akan melakukan berbagai pembenahan agar iklim investasi dapat kembali memikat pemilik modal asing untuk masuk ke Indonesia.

Dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan migas yang angkat kaki dari Indonesia ada Total, Shell, Chevron, hingga ConocoPhillips melepas bisnis hulu migas ke perusahaan dalam negeri.

Salah satu perusahaan dalam negeri yang sukses memperlihatkan kepiawaian mereka dalam mengelola blok migas yang dilepaskan asing adalah PT Pertamina Hulu Rokan yang menggarap Blok Rokan di Provinsi Riau.

Ketika Pertamina mengambil alih Blok Rokan dari tangan Chevron pada 9 Agustus 2021 lalu, produksi wilayah kerja itu hanya sebesar 150 ribu barel per hari.

Perseroan lantas mencatatkan jumlah produksi harian Blok Rokan meningkat menjadi 162 barel minyak per hari (BOPD) hingga November 2021.

Pertamina menargetkan wilayah kerja ini mampu menghasilkan 180 BOPD sepanjang tahun 2022, lalu meningkat menjadi 300 ribu BOPD pada 2025 mendatang.

Saat ini, pemerintah telah memberikan dukungan dan sangat terbuka untuk mempercepat monetisasi berbagai lapangan minyak dan gas bumi agar potensi energi tersebut dapat diambil sepenuhnya untuk mendukung penerimaan negara dan modal pembangunan.

Pada 2022, pemerintah telah menetapkan targetkan jangka pendek di subsektor hulu minyak dan gas bumi berupa produksi 703 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan gas bumi 5.800 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Dalam upaya mencapai target produksi jangka pendek itu, SKK Migas berkomitmen akan mengawal pengeboran 900 sumur pengembangan pada tahun ini agar pelaksanaannya bisa berjalan baik dan tidak ada kendala.

Jumlah 900 sumur pengembangan untuk tahun ini berasal dari hasil pembahasan work, program, and budget (WPnB), kesepakatan tambahan, dan rencana program filling the gap.

Hasil WPnB ada 790 sumur pengembangan, kemudian 10 tambahan sumur pengembangan dan potensi 100 sumur pengembangan dari survei Full Tensor Gravity Gradiometry (FTG).

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © 2022