Mantan CFO Dipenjara karena Memindahkan Dana Perusahaan Sebesar $35 Juta ke Kripto — Lalu Pasar Runtuh

TLDR

  • Mantan CFO Nevin Shetty secara diam-diam memindahkan dana perusahaan sebesar $35 juta ke dalam investasi kripto tanpa sepengetahuan dewan direksi
  • Uang tersebut ditempatkan ke dalam platform pinjaman DeFi yang menjanjikan imbal hasil 20% atau lebih
  • Runtuhnya ekosistem Terra membuat nilai investasi tersebut hampir menjadi nol pada Mei 2022
  • Shetty dinyatakan bersalah atas empat dakwaan penipuan kawat (wire fraud) dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara
  • Penipuan ini menyebabkan sekitar 60 karyawan kehilangan pekerjaan dan hampir membuat perusahaan bangkrut

(SeaPRwire) –   Nevin Shetty, mantan CFO dari sebuah startup perangkat lunak di Seattle, telah dijatuhi hukuman dua tahun penjara federal karena secara diam-diam memindahkan dana perusahaan sebesar $35 juta ke dalam investasi kripto yang ia kendalikan.

Seorang hakim federal di Seattle menjatuhkan hukuman tersebut setelah persidangan juri selama sembilan hari yang berakhir pada 7 November 2025. Shetty dinyatakan bersalah atas empat dakwaan penipuan kawat.

Shetty bergabung dengan perusahaan tersebut pada Maret 2021 sebagai chief financial officer. Perusahaan memiliki kebijakan investasi yang ketat yang mengharuskan dana disimpan di akun yang aman dan konservatif seperti reksa dana pasar uang.

Meskipun ia sendiri yang membantu menyusun kebijakan tersebut, Shetty meluncurkan bisnis sampingan kripto bernama HighTower Treasury pada awal 2022. Bisnis tersebut tidak memiliki klien lain.

Pada April 2022, setelah diberitahu bahwa ia akan diberhentikan dari perannya sebagai CFO karena masalah kinerja, Shetty mengambil tindakan. Antara 1 April dan 12 April 2022, ia menggunakan transfer kawat dari cabang Chase bank di dekat rumahnya untuk memindahkan $35.000.100 ke HighTower Treasury.

Tidak ada eksekutif atau anggota dewan lain yang mengetahui tentang transfer tersebut pada saat itu.

Shetty kemudian menginvestasikan dana tersebut ke dalam platform pinjaman keuangan terdesentralisasi, atau DeFi. Platform-platform ini menjanjikan imbal hasil 20% atau lebih.

Pada bulan pertama, investasi tersebut menghasilkan keuntungan sekitar $133.000.

Ketika Pasar Kripto Runtuh

Kesuksesan awal itu tidak bertahan lama. Runtuhnya ekosistem Terra pada Mei 2022 memicu kejatuhan pasar kripto yang lebih luas. Pada 13 Mei 2022, nilai investasi Shetty telah jatuh hingga hampir nol.

Dengan dana $35 juta yang pada dasarnya hilang, Shetty memberi tahu dua rekan eksekutifnya tentang apa yang telah ia lakukan. Ia langsung dipecat.

Hakim Distrik AS Tana Lin mengatakan penipuan tersebut memiliki konsekuensi serius. Dana yang hilang memaksa perusahaan untuk memberhentikan sekitar 60 pekerja dan hampir membuat perusahaan tersebut bangkrut sepenuhnya.

Shetty didakwa atas tuduhan penipuan kawat pada Mei 2023. Ia dinyatakan bersalah pada November 2025 setelah persidangan juri dan dijatuhi hukuman pada Maret 2026.

Kasus Penipuan Kripto Terus Berlanjut di Pengadilan AS

Kasus ini adalah salah satu dari beberapa kasus penipuan kripto profil tinggi yang telah diproses melalui pengadilan AS dalam beberapa tahun terakhir.

Mantan [nama] dijatuhi hukuman 25 tahun penjara pada tahun 2024. Tim hukumnya mengajukan banding, dan hingga Jumat, U.S. Court of Appeals for the Second Circuit belum mengeluarkan putusan setelah mendengarkan argumen pada bulan November.

Selain hukuman penjara dua tahun, Shetty diperintahkan untuk mengembalikan seluruh dana sebesar $35 juta. Ia juga akan menjalani tiga tahun masa pengawasan setelah menyelesaikan hukumannya.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.