
(SeaPRwire) – Saya baru ngobrol bareng Rizky Aditya, analis investasi teknologi senior yang sudah memantau valuasi startup AI selama lebih dari satu dekade, kemarin. Menurutnya, pengajuan S-1 rahasia Anthropic bukan cuma tanda mereka siap go public. Ini langkah strategis untuk merebut kepercayaan investor terlebih dahulu sebelum OpenAI. Banyak investor swasta yang sudah kecewa dengan startup AI yang cuma banyak bakar uang tanpa untung, jadi langkah Anthropic yang punya catatan pendapatan solid untuk masuk pasar publik duluan akan memberikan keuntungan besar, meskipun OpenAI punya pengenalan merek yang lebih luas.
Kemarin, Anthropic mengumumkan pengajuan S-1 rahasia mereka lewat blog resmi. Perusahaan AI yang sekarang bernilai 965 miliar USD ini didirikan tahun 2021 oleh saudara Dario dan Daniela Amodei, pertumbuhannya bahkan terlalu besar untuk disembunyikan layaknya gajah yang sedang tumbuh cepat di kebun binatang. Bulan Desember 2025 lalu, valuasi mereka baru 183 miliar USD. Pada saat itu Dario sempat berkata, ia yakin pendapatan Anthropic bisa melebihi OpenAI dalam setahun, dan ia lebih memilih punya pendapatan terbesar daripada pusat data terbesar, karena pendapatan masuk ke kolom untung di laporan keuangan, sementara pusat data masuk ke kolom rugi.
Hanya beberapa bulan kemudian, angka pendapatan tahunan Anthropic per Mei mencapai 47 miliar USD. Angka ini bukan cuma besar, tapi juga menunjukkan mereka sudah selangkah di depan OpenAI yang valuasi terakhirnya 852 miliar USD. Laporan beredar bahwa kondisi keuangan OpenAI tidak sekuat Anthropic, permintaan saham OpenAI di pasar sekunder juga tidak sebesar permintaan saham Anthropic yang sangat tinggi. Pendanaan Seri H Anthropic bulan Mei lalu bahkan berhasil mengumpulkan 65 miliar USD, mendorong valuasinya mendekati 1 triliun USD. Permintaannya begitu tinggi sampai memunculkan kekhawatiran ada praktik keuangan yang tidak wajar di pasar swasta yang memanfaatkan FOMO baik terhadap sektor AI secara umum maupun Anthropic secara khusus. Ada juga spekulasi jika Anthropic masuk pasar publik duluan, permintaan terhadap OpenAI yang kurang menguntungkan bisa turun. Perlu diingat, pengajuan S-1 rahasia tidak menjamin IPO akan benar-benar terjadi. Banyak pengajuan serupa yang akhirnya ditarik tanpa pernah diumumkan ke publik, jadwalnya pun masih belum pasti, bisa musim panas ini, musim gugur, atau bahkan tidak pernah sama sekali. Tapi pengumuman ini sendiri adalah sinyal jelas bahwa Anthropic ingin mendahului OpenAI masuk pasar publik. Kini giliran OpenAI yang harus bergerak, mereka bisa mempercepat proses pengajuan mereka untuk mendahului Anthropic musim panas ini. Kinerja SpaceX juga bisa jadi faktor yang mempengaruhi, meskipun logika pasar Elon Musk punya aturan tersendiri.
Balapan IPO kedua raksasa AI ini akan menjadi patokan valuasi semua startup AI di seluruh dunia, termasuk di Asia Tenggara. Jika Anthropic berhasil mencatatkan sahamnya duluan dan kinerjanya bagus di pasar publik, startup AI yang sudah menguntungkan akan mendapatkan syarat pendanaan yang jauh lebih baik, sementara yang cuma bakar uang untuk infrastruktur tanpa pendapatan yang jelas akan semakin sulit mendapatkan dana. OpenAI kemungkinan besar akan mempercepat proses S-1 mereka, kita bisa melihat dua IPO raksasa AI dalam enam bulan ke depan yang akan menarik banyak modal ke sektor teknologi publik, namun juga akan meningkatkan pengawasan terhadap seberapa sah aliran pendapatan perusahaan AI. Bagi investor ritel, ini berarti mereka akhirnya mendapatkan akses untuk berinvestasi di pemain AI terkemuka, tapi harus berhati-hati jangan terjebak FOMO sebelum memeriksa laporan keuangan yang sebenarnya.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.
Sektor: Top Story, Daily News
SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.