
(SeaPRwire) – By: Reginald Vance
Saham Intel melonjak lebih dari 500% dalam setahun terakhir. Kapitalisasi pasar kini melebihi $670 miliar. Semua ini didorong ekspektasi besar terhadap bisnis foundry Intel. Postingan Donald Trump di Truth Social umumkan kesepakatan Apple dengan Intel. Tidak ada konfirmasi dari kedua perusahaan, tapi harga saham langsung naik 11%. Pasar sudah menaruh terlalu banyak harapan sebelum bukti kesepakatan muncul.
Pendapatan foundry Intel naik 16% tahun ke tahun menjadi $5,4 miliar pada Q1 2026. Pelanggan luar masih menyumbang bagian kecil dari pendapatan itu. Intel masih menjadi pengguna utama pabrik miliknya sendiri. Proses manufaktur generasi terbaru 18A baru masuk produksi awal minggu ini. Laporan Mei lalu sebutkan ada kesepakatan awal untuk Intel produksi chip buatan Apple. Chip kelas bawah atau lama yang akan diproduksi di pabrik Intel, produksi baru dimulai akhir 2027. Chip tercanggih Apple masih akan tetap diproduksi TSMC. Seluruh sektor chip ikut reli: Micron naik 4,7%, Marvell naik 5,7%, Qualcomm dan Broadcom masing-masing naik 3%. Pemerintah AS memegang 10% saham Intel yang dibeli Agustus lalu seharga $8,9 miliar. Posisi itu kini bernilai lebih dari $50 miliar.
Rasio harga terhadap penjualan INTC sekarang lebih dari 13 kali lipat. Itu nilai valuasi yang sangat tinggi untuk produsen chip siklis. Semua berita baik sudah sepenuhnya tercermin di harga saham. Pendapatan tahun berjalan Intel hanya sekitar $53 miliar untuk kapitalisasi pasar $674 miliar. Baik ada kesepakatan Apple atau tidak, valuasi Intel sudah terlalu penuh saat ini. Intel masih butuh bertahun-tahun untuk membangun pangsa foundry dari pelanggan luar. Persaingan untuk kontrak pelanggan besar akan semakin ketat di pasar foundri global.
Author bio: Reginald Vance, mitra ventura yang mengkhususkan valuasi semikonduktor dan material canggih.