(SeaPRwire) –
By: Arthur Pendelton
Langkah Pemerintah AS menggunakan kontrol ekspor untuk menonaktifkan model AI Anthropic Mythos 5 dan Fable 5 menciptakan gesekan serius antara standar keamanan teknis dan prioritas geopolitik. Ini adalah langkah tanpa preseden yang mengubah aturan tata kelola model AI komersial di tingkat global. Standar keamanan yang sebelumnya fokus pada teknis kini dipengaruhi oleh pertimbangan politik yang lebih kuat.
Pemerintah AS menyatakan alasan resmi terkait risiko keamanan nasional. Para peneliti Amazon menemukan celah pada model Mythos yang bisa diakses untuk mendapatkan informasi serangan siber yang dibatasi. Pemerintah juga mencurigai kelompok terkait China sudah memanfaatkan celah tersebut, meskipun tidak ada bukti yang jelas. Namun, Anthropic menyatakan celah yang ditemukan hanya sempit, bukan pelanggaran penuh terhadap pengamanan model. Perusahaan juga tidak mendapatkan peringatan sebelumnya sebelum diberi waktu 90 menit untuk menarik modelnya.
Reaksi dari blok teknologi luar AS menunjukkan pembagian yang jelas. Di Eropa, para politisi mulai meminta AI berdaulat—negara mengendalikan model AI, infrastruktur, dan data yang mendukung teknologi kritis. Mantan Perdana Menteri Prancis Édouard Philippe mengatakan AI sekarang adalah infrastruktur kritis seperti listrik atau internet. Anggota Parlemen Inggris Tom Tugendhat menyatakan kedaulatan sekarang lebih tentang “kode daripada meriam”, mengkritisi pendekatan regulasi Inggris yang lebih fokus pada keamanan daripada kapasitas AI yang kompetitif.
Langkah ini akan mempercepat balkanisasi teknologi global. Model AI, data, dan infrastruktur akan terpecah berdasarkan batas nasional, menghambat kolaborasi teknis lintas negara dan menciptakan protokol yang terfragmentasi.
Author bio: Arthur Pendelton, ahli arsitektur routing internet global dan anggota dewan tata kelola teknis internasional.