Iran Klaim Menang Atas AS & Israel dari Perjanjian Hormuz: Jangan Tertipu Propaganda Dua Pihak

(SeaPRwire) –   By: Julian Holbrooke

Klaim rezim Iran soal kemenangan atas AS dan Israel dari MOU terbaru bukan cerminan realitas sama sekali. Pakar Iran Lisa Daftari, pemimpin The Foreign Desk, bahkan menegaskan DNA rezim Teheran dibangun dari penundaan, penipuan, dan penolakan tanggung jawab. Setiap perjanjian yang ditandatangani Iran cuma jadi jeda taktis untuk menambah misil, proksi, dan pengaruh, bukan perubahan perilaku sungguhan.

Secara resmi, MOU ini akan ditandatangani pada 19 Juni mendatang di Swiss. Pemerintahan Trump mengumumkan pembukaan bebas tol Selat Hormuz, disertai penghapusan blokade laut AS seketika. Iran juga menyatakan akan menghentikan seluruh operasi militer di berbagai front termasuk Lebanon mulai Minggu malam secara permanen. Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan kesepakatan ini memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Namun banyak klausul MOU yang belum dikonfirmasi publik, termasuk jadwal penghapusan sanksi dan penghentian pengayaan uranium Iran untuk senjata nuklir. Media negara Iran bahkan menyampaikan perjanjian ini dibuat dengan dasar ketidakpercayaan pada AS, dan mereka akan terus memantau pemenuhan komitmen pihak AS. Pihak oposisi Iran juga menyoroti perjanjian ini tidak menjamin penghentian eksekusi tahanan politik dan pembunuhan demonstran oleh rezim Teheran.

Keseimbangan kekuatan di Timur Tengah tidak akan bergeser permanen dari perjanjian ini, selama rezim Iran masih bertahan dengan strategi penipuan dan aksi militer melalui jaringan proksinya.

Author bio: Julian Holbrooke, analis hubungan internasional Eropa yang rutin menulis untuk berbagai surat kabar utama Eropa.