
(SeaPRwire) – By: Oliver Hawthorne
Banyak perusahaan besar seperti Mastercard, Visa, dan Stripe sedang berinvestasi besar dalam pembayaran antar-AI agent. Tapi volume pembayaran agentic masih sangat kecil dibandingkan aliran komersial umum. Ini menjadi kecemasan: apakah investasi ini akan menghasilkan hasil, atau hanya hype?
Mastercard baru saja meluncurkan Agent Pay for Machines, protokol yang memudahkan AI agent membayar satu sama lain, terutama untuk transfer micropayment seperti akses data per potongan dari website. Untuk memastikan bot bertindak sesuai instruksi, izin yang diberikan manusia ke AI agent disimpan di blockchain (Polygon, Solana, Base) — informasi ini diperbarui pada 10 Juni 2026. Mitra Mastercard dalam pengembangan ini termasuk Adyen, Coinbase, dan Cloudflare. Jorn Lambert, Chief Product Officer Mastercard, mengatakan ini tidak akan menjadi pendapatan besar tahun depan, tapi akan menjadi pasar baru yang berarti dalam lima tahun. Selain Mastercard, Visa dan Stripe juga memiliki alat dan protokol. Coinbase punya x402, Stripe bekerja dengan Tempo untuk Machine Payments Protocol, dan Google merilis standarnya pada September.
Perusahaan-perusahaan ini berlomba menciptakan standar yang akan digunakan secara luas. Ketika AI agent mulai mendominasi transaksi e-commerce (seperti yang diprediksi Lambert), protokol yang menjadi standar akan mengendalikan aliran micropayments antar bot. Ini berarti pemilik standar tersebut akan mendapatkan keuntungan besar dari setiap transaksi. Jadi, lomba ini bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang menguasai pasar pembayaran masa depan yang dipimpin oleh AI.
Author bio: Oliver Hawthorne, Korresponden Utama yang bertugas tetap di sebuah review teknologi internasional.