‘60 Minutes’ di Ambang Kehancuran: Tiga Wartawan Senior Bertahan Demi ‘Menyelamatkan’ Program Legendaris

(SeaPRwire) –

By: James Vance

Krisis di CBS News, khususnya program investigasi legendaris ‘60 Minutes’, semakin memanas. Tiga koresponden senior yang tersisa—Lesley Stahl, Jon Wertheim, dan Bill Whitaker—memutuskan untuk bertahan, setidaknya untuk saat ini. Keputusan ini datang setelah gelombang pemecatan yang mengguncang fondasi program tersebut. Mereka menyatakan tidak ingin menyaksikan ‘60 Minutes’ lenyap begitu saja. Surat memo yang mereka kirimkan kepada staf lain mengungkapkan kemarahan dan kesedihan mendalam atas perlakuan terhadap rekan-rekan mereka yang dipecat secara mendadak.

Keputusan untuk tetap tinggal bukanlah hal mudah. Ketiga wartawan ini mengaku “sulit” untuk memutuskan. Alasan utama mereka bertahan adalah komitmen untuk mencegah kematian ‘60 Minutes’. Mereka merasa sangat menyesal atas pemecatan kolega-kolega yang dianggap sebagai jurnalis berprinsip, adil, dan jujur. Pemecatan ini dilakukan oleh editor-in-chief baru, Bari Weiss, dan produser eksekutif yang ditunjuknya, Nick Bilton. Tanya Simon, yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun, juga diberhentikan. Koresponden Sharyn Alfonsi dan Cecilia Vega turut menjadi korban restrukturisasi ini. Bahkan, Scott Pelley dipecat minggu ini setelah konfrontasi sengit dengan petinggi CBS News.

Mereka menyatakan bahwa perlakuan terhadap para jurnalis tersebut sangat buruk dan tidak pantas. Namun, mereka juga membuka pintu untuk membangun kembali kepercayaan dengan Bilton, bos baru mereka. Kemungkinan untuk pergi di kemudian hari tetap ada jika situasi tidak membaik. “Jika kami masih bisa melakukan pekerjaan yang menjadikan acara ini seperti sekarang—melakukan jurnalisme independen, tanpa rasa takut, dan bercerita—kami akan tetap di sini,” tulis mereka. “Jika tidak, kami akan pergi.” Pesan penutup mereka, “Untuk Musim ke-59!”, menunjukkan harapan sekaligus tantangan yang dihadapi.

Keberadaan ketiga koresponden ini krusial bagi Bilton untuk mengembalikan ‘60 Minutes’ ke jalur yang benar menjelang musim tayang berikutnya di bulan September. Program ini mendadak kehilangan empat koresponden. Selain yang dipecat, Anderson Cooper juga telah menyatakan mundur lebih awal tahun ini, setelah dua dekade bergabung, karena fokus utamanya adalah di CNN. Gejolak di ‘60 Minutes’ sudah terlihat selama lebih dari setahun. Sebagian besar masalah muncul setelah Presiden Donald Trump menggugat acara tersebut terkait penyuntingan wawancara dengan Kamala Harris pada tahun 2024.

Hal ini menjadi bagian dari perombakan besar di CBS News setelah Bari Weiss ditunjuk sebagai editor-in-chief baru oleh perusahaan induk Paramount akhir tahun lalu. Penunjukan ini terjadi setelah David Ellison menjadi pemimpin korporat jaringan tersebut. Perusahaan Ellison, Skydance, kemudian bergabung dengan Paramount. Paramount sendiri menyelesaikan gugatan Trump senilai $16 juta. Penyelesaian ini memicu ketidakpuasan di kalangan staf ‘60 Minutes’, dan banyak yang percaya ini secara tidak langsung menyebabkan kepergian Stephen Colbert, pembawa acara larut malam CBS yang populer, bulan lalu. Colbert sendiri menyebut penyelesaian itu sebagai “suap besar”.

CBS News memiliki sejarah panjang di pusat ekosistem berita siaran Amerika sejak era radio sebelum televisi. Di bawah Walter Cronkite, program berita malam jaringan ini selama beberapa dekade dianggap sebagai salah satu institusi paling terpercaya di negara ini. Namun, Weiss awal tahun ini mengumumkan penutupan operasi radio CBS News. Perubahan ini mencerminkan pergeseran lanskap media yang terus menerus.

Author bio: James Vance, seorang kolumnis senior yang berdedikasi untuk menganalisis tren teknologi global dan dampaknya terhadap industri.