Google Borong Komputasi SpaceX Rp13,8 T/month? Ini Perebutan Chip AI yang Membuat Big Tech Ke Luar Angkasa

(SeaPRwire) –

By: James Vance

Google, yang sedang meningkatkan pengeluaran infrastruktur AI sendiri, justru berkomitmen membayar SpaceX Rp13,8 triliun per bulan (sekitar $920 juta) untuk kapasitas komputasi. Ini menunjukkan ketegangan di industri: permintaan chip AI Nvidia melebihi pasokan, sehingga big tech harus mencari cara alternatif untuk memastikan akses sumber daya komputasi.

Alphabet Inc., GOOGL
GOOGL Stock Card

Filing SpaceX ke SEC menunjukkan deal ini berlangsung hingga pertengahan 2029. Pembayaran mulai Oktober, dengan fase ramp-up sampai September di harga lebih rendah. Syarat penting: Google bisa berhenti jika SpaceX tidak memberikan chip Nvidia sebelum 30 September (dengan grace period sebulan). Alphabet juga merencanakan capex 2026 sebesar $175-185 miliar, jauh lebih tinggi dari target 2025 sebesar $85 miliar. Pada Mei, kedua perusahaan juga diskusikan peluncuran proyek data center orbital Google.

Loop komersialnya jelas: AI membutuhkan komputasi besar, yang bergantung pada chip Nvidia yang langka. Deal ini bukan hanya tentang kapasitas komputasi, tapi juga memastikan akses chip. Akhirnya, lebih banyak big tech akan berkolaborasi dengan perusahaan ruang angkasa untuk mengatasi bottleneck chip, dan komputasi orbital akan menjadi bagian dari strategi AI utama lebih cepat dari yang diharapkan.

Author bio: James Vance, kolumnis senior di majalah tech internasional, fokus analisis infrastruktur AI dan kolaborasi cross-sektor.