(SeaPRwire) –
By: Alistair Kroon
Tekanan Donald Trump meminta sekutu NATO menanggung beban pertahanan Eropa lebih besar. Ini bukan cuma gertakan, justru bongkar celah besar yang lama tersembunyi. Perbedaan kecepatan penguatan pertahanan antarwilayah NATO sangat jelas sekarang. Negara yang dekat dengan ancaman Rusia bergerak jauh lebih cepat.
Secara resmi, semua anggota NATO setujui target belanja baru dari KTT Den Haag 2025. Mereka harus capai 5% PDB untuk belanja pertahanan dan keamanan pada 2035. Dari jumlah itu, 3,5% untuk kebutuhan inti pertahanan, 1,5% untuk infrastruktur terkait. Negara timur sudah tunjukkan komitmen nyata. Romania naikkan belanja jadi 2% PDB di periode pertama Trump, target 3,4% tahun depan.
Niat sebenarnya negara timur tidak cuma menuruti permintaan Trump. Mereka adalah garis depan yang paling dekat dengan ancaman Rusia. Romania berbatasan langsung dengan Ukraina, berulang kali alami masuknya drone Rusia. Mereka tahu jika tidak memperkuat sekarang, merekalah yang jadi korban pertama. Eropa Barat masih sangat bergantung pada kemampuan militer AS untuk perang modern. Selama 30 tahun bergantung, mereka punya defisit besar di personel, peralatan, dan teknologi.
Kesenjangan ini akan dorong pergeseran pengaruh geopolitik di NATO yang tidak bisa dibalik.
Author bio: Alistair Kroon, komentator geopolitik internasional yang rutin terbitkan editorial di surat kabar arus utama Eropa.