
(SeaPRwire) – By: Oliver Hawthorne
Banyak orang mengira Piala Dunia 2026 hanya tentang sepak bola. Tapi ini sebenarnya panggung uji coba big tech global. Tekanan sangat tinggi, karena miliaran orang menyaksikan secara global. Setiap gangguan akan menjadi berita besar di seluruh dunia.
Kesepakatan antara Lenovo dan FIFA diumumkan Oktober 2024. Turnamen 2026 diadakan di 16 kota 3 negara. Ada 48 tim yang berpartisipasi dalam turnamen ini. Lebih dari 5 juta penonton hadir secara langsung. Miliaran orang menyaksikan pertandingan melalui internet. Lenovo menawarkan Football AI Pro untuk tim nasional. Lenovo juga menyediakan asisten AI untuk semua tim nasional. Lenovo menyediakan ponsel dan tablet yang didukung AI. Sistem video yang menggunakan AI membantu wasit dalam memutuskan pertandingan. Alat ini menganalisis jutaan data pertandingan sepak bola. Google bermitra dengan 8 tim nasional, termasuk AS, Argentina, Brasil dan Prancis. Google Maps dan Waze menampilkan data lalu lintas dan gambar stadion. Layanan pencarian Google menampilkan grafik formasi taktik. Agen AI untuk pencarian tiket masih dalam tahap uji coba awal. Salesforce menggunakan Slack untuk koordinasi tenaga kerja. Verizon menyediakan koneksi jaringan di stadion Amerika Utara. RapidSOS terhubung dengan lebih dari 723 juta perangkat untuk layanan darurat. Sistem transkripsi AI membantu petugas darurat memahami panggilan asing. Sportradar memantau penipuan pertandingan dengan AI. Perputaran taruhan turnamen ini mencapai 50 miliar dolar.
Big tech menggunakan Piala Dunia untuk tunjukkan kemampuan AI mereka ke pasar global. Teknologi yang diuji di turnamen ini akan diterapkan di produk komersial selanjutnya. Tim yang menggunakan alat AI akan mendapatkan keunggulan kompetitif. Pasar AI global akan melihat peningkatan permintaan setelah turnamen ini.
Author bio: Oliver Hawthorne, Korresponden Utama dari majalah teknologi internasional ternama.