(SeaPRwire) –
By: Lucas Caldwell
Globo, raja siaran sepak bola Brasil selama puluhan tahun, kalah dari seorang streamer Twitch. Casimiro Miguel, pendiri CazéTV, berhasil dapat hak tayang semua 104 pertandingan Piala Dunia 2026 di negaranya. Ini bukan hanya kemenangan seorang influencer. Ini adalah tanda jelas bahwa era siaran olahraga tradisional mulai runtuh di hadapan platform digital yang lebih dekat dengan audiens muda. Setiap hari, ribuan anak muda Brasil memilih menonton streamer ketimbang siaran TV tradisional.
FIFA sudah melihat potensi Casimiro empat tahun lalu. Pada Piala Dunia Qatar 2022, mereka melakukan uji coba dengan streamer berusia 32 tahun itu. CazéTV menayangkan 22 pertandingan di YouTube dengan gaya yang informal dan percakapan santai. Mereka juga melibatkan konten creator sebagai komentator, yang membuat interaksi dengan penonton meningkat. Uji coba ini sukses besar. Akhirnya, FIFA memberikan kesepakatan yang lebih luas untuk 2026: CazéTV menjadi satu-satunya saluran, digital atau tradisional, yang menayangkan semua pertandingan. Globo hanya dapat menayangkan 55 pertandingan.
LiveMode, perusahaan Brasil yang memiliki CazéTV, mengumumkan bulan lalu bahwa mereka telah meluncurkan cabang siaran internasional. Cristiano Ronaldo, salah satu legenda sepak bola dunia, menjadi salah satu pemegang sahamnya. LiveMode Portugal akan menayangkan satu pertandingan per hari selama Piala Dunia, termasuk semua pertandingan Portugal dan final. Ronaldo yang berusia 41 tahun ini akan tampil di Piala Dunia untuk keenam kalinya. Sergio Lopes, pendiri LiveMode, mengatakan bahwa audiens muda lebih suka berinteraksi dan merasa bagian dari komunitas.
FIFA juga membuat kesepakatan dengan TikTok dan YouTube untuk menjangkau audiens muda di seluruh dunia. Tahun ini, TikTok menjadi platform konten video sosial pertama yang menjadi “preferred platform” untuk Piala Dunia. Pemegang hak siaran dapat menayangkan bagian dari pertandingan secara live di hub khusus aplikasi TikTok. Pada bulan Maret, FIFA juga membuat kesepakatan dengan YouTube. Pemegang hak siaran dapat menayangkan 10 menit pertama dari setiap pertandingan secara live di platform tersebut.
FIFA berharap Piala Dunia 2026 dapat memecahkan rekor audiens digital dan streaming. Pada Piala Dunia Qatar 2022, ada total 5 miliar interaksi selama turnamen. Sebanyak 2,7 miliar di antaranya berasal dari layanan digital dan streaming, sedangkan 2,9 miliar dari TV linear. Hampir 1,5 miliar orang menonton final yang dimenangkan Argentina, dengan 237 juta di antaranya adalah penonton digital saja. Di Amerika Serikat, Fox memiliki hak siaran dan akan menayangkan semua pertandingan secara live di aplikasi mereka. Netflix juga berhasil meraih hak siaran Piala Dunia Wanita 2027 dan 2031.
Dalam lima tahun ke depan, setengah dari audiens muda Brasil akan meninggalkan siaran TV tradisional untuk menonton olahraga di platform digital berbasis komunitas.
Author bio: Lucas Caldwell, seorang pemimpin opini teknologi dengan jutaan pengikut di X/Twitter, fokus pada analisis disrupt platform media digital dan tren audiens muda.