Rantai Pasok Pertahanan AS Nyaris Ambruk di Perang Modern, Orang Dalam Silicon Valley Bongkar Faktanya

(SeaPRwire) –   By: Ethan Gallagher

Orang dalam Silicon Valley sudah lama tahu rantai pasok pertahanan AS penuh celah. Peringatan mereka muncul secara terbuka di ajang Brainstorm Tech tahun ini di Aspen. Mereka mengatakan sistem pertahanan AS sama sekali tidak siap menghadapi perang modern saat ini. Kebanyakan aset tempur mereka bergantung pada pemasok tunggal dan bahan baku yang dikuasai negara lain.

Pihak pemerintah AS mengaku sedang memperbaiki kerja sama publik-swasta untuk memperkuat rantai pasok. Mereka juga mengaku sedang mendorong adopsi teknologi guna dan modal ventura swasta untuk sektor pertahanan. Tapi yang tidak diumumkan secara resmi, mereka panik melihat cengkeraman Tiongkok atas mineral langka yang dibutuhkan semua komponen pertahanan canggih. Infrastruktur amunisi AS bahkan tidak berkembang sejak Perang Dunia II.

Data resmi mengatakan AS menghabiskan 850 rudal Tomahawk dalam 4 minggu konflik dengan Iran. Pentagon hanya bisa memproduksi 90 rudal serupa per tahun untuk mengisi stok. Kemampuan produksi drone taktis Tiongkok ribuan kali lipat dibanding AS. Pemerintah AS baru ketakutan sekarang, sehingga membuat peraturan vetting AI canggih sampai sebulan sebelum rilis ke publik. Mereka juga mulai mendanai startup seperti True Anomaly yang membuat konstelasi satelit serang untuk Angkatan Luar Angkasa AS.

Tanpa perbaikan total sistem akuisisi inovasi dan kolaborasi dengan startup teknologi, AS tidak akan bisa mengejar ketertinggalan dalam satu dekade ke depan.

Informasi lain dari konferensi Brainstorm Tech ke-25:

CEO Anduril Brian Schimpf mengatakan perang ekonomi adalah ‘normal baru’ untuk konflik militer, dan AS harus mulai bersikap serius

Pemimpin Northwood Space mengatakan frontier baru ekonomi luar angkasa ada di infrastruktur darat

Boris Cherny dari Anthropic, pencipta Claude Code, mengatakan ia bisa mengelola puluhan ribu agen AI sekaligus dalam sehari

Author bio: Ethan Gallagher, arsitek perangkat keras Silicon Valley dan ahli strategi infrastruktur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di sektor pertahanan.