Target Kembali Ke ‘Akar’ Desainnya dengan Isaac Mizrahi—Tapi Apakah Ini Cukup untuk Selamatkan Penjualan?

(SeaPRwire) –

By: Logan Pierce

[Paragraph1] Target’s keputusan mempekerjakan Isaac Mizrahi sebagai creative director at large bukan hanya tentang desain. Ini adalah upaya desperat untuk memulihkan reputasi sebagai ritel yang menjual pakaian stylish dengan harga terjangkau. Mizrahi bukan nama baru bagi Target—mereka pernah bekerja sama, dan sekarang Target berharap nostalgia ini bisa bawa perubahan signifikan.

[Paragraph2] Mizrahi, desainer fashion dan pribadi TV yang dikenal dengan warna cerah sejak akhir 1980-an, akan mentori desainer Target. Dia juga akan memberikan saran tentang desain produk dan inovasi, serta membawa kemitraan baru. Perusahaan mengatakan dia akan bekerja bersama Gena Fox, senior vice president desain Target.

[Paragraph3] Kolaborasi ini bukan yang pertama. Pada 2002, Target meluncurkan kemitraan desain dengan Mizrahi—ini adalah kolaborasi pertama Target dengan desainer fashion besar. Koleksi pakaian dan aksesori eksklusif Mizrahi membuka jalan untuk kolaborasi sukses dengan desainer lain seperti Lilly Pulitzer dan Missoni. Kemitraan mereka berakhir pada 2009.

[Paragraph4] Langkah ini bagian dari upaya Target untuk membalikkan penjualan di bawah CEO Michael Fiddelke. Fiddelke menggantikan Brian Cornell pada Februari. Sejak dia menjabat, Target telah mengubah struktur kepemimpinan dan mempekerjakan eksekutif luar, termasuk dari Walmart untuk memimpin jaringan supply.

[Paragraph5] Target fokus pada perombakan fashionnya. Misalnya, di area home, 75% dari koleksi dekoratif perusahaan akan menjadi yang baru. Pada Mei, Target melaporkan lonjakan penjualan sebanding terbesar dalam empat tahun, tapi pandangan hati-hati mengaburkan bukti bahwa perubahan under Fiddelke resonansi dengan pelanggan.

[Paragraph6] Taruhan Target pada Mizrahi akan baik menyalakan kembali keunggulan desainnya atau mengekspos batas nostalgia di lanskap ritel yang kompetitif.

Author bio: Logan Pierce, peneliti bisnis independen dan penulis tata kelola perusahaan di Medium dengan fokus pada dinamika industri ritel global.