Setelah 100 Hari Perang AS-Iran: Bisakah Ekonomi Teluk Bangkit Kembali?

(SeaPRwire) –   By: Marcus Sinclair

Kawasan Teluk jadi garis depan perang AS-Iran selama lebih dari 100 hari. Mereka menghadapi serangan rudal dan drone setiap saat. Perang sudah goyang kepercayaan investor dan ketenangan warga. Apakah terlalu cepat bicara soal pemulihan ekonomi setelah gencatan senjata? Banyak pelaku bisnis masih menunggu, lihat apakah perdamaian bertahan lama.

AS dan Iran sepakat kesepakatan interim untuk akhiri perang yang berlangsung lebih dari 100 hari. Nota kesepahaman diumumkan Minggu malam, berisi perpanjangan gencatan senjata 60 hari. Ini juga jaminan jalur bebas pelayaran di Selat Hormuz. Penandatanganan formal akan dilakukan Jumat di Jenewa. Secara historis, Teluk selalu pulih cepat setelah guncangan besar. Setelah pembebasan Kuwait 1991, produksi minyak pulih lebih cepat dari perkiraan. Pemulihan pariwisata Dubai pasca pandemi COVID juga luar biasa cepat. Sampai akhir 2022, Dubai dapat 14,36 juta pengunjung internasional. Angka itu capai 86% level sebelum pandemi, melebihi rata-rata global 63%. Pada akhir Mei, Fitch pertahankan peringkat kredit dan outlook stabil lima negara GCC, kecuali Oman. Dana kekayaan negara dan keuangan kuat jadi penyangga guncangan ekonomi. Wood Mackenzie perkirakan produksi bisa kembali 70% level sebelum perang dalam tiga bulan. Capai 90% dalam enam bulan, jika peningkatan produksi dilakukan terkontrol.

Perang sudah gambar ulang lanskap geopolitik dan ekonomi Teluk. Negara-negara GCC tetap komitmen pada strategi diversifikasi ekonomi masing-masing. Keluarnya UAE dari OPEC beri likuiditas dan fleksibilitas fiskal lebih besar. Tantangan terbesar bukan pemulihan produksi, tapi keamanan transit minyak di Selat Hormuz. Konflik ini justru dorong Teluk percepat reformasi ekonomi yang sudah direncanakan. Banyak hal bisa berubah dalam sehari, apalagi 60 hari gencatan senjata. Kesepakatan permanen yang atur ulang kawasan Teluk masih menggantung.

Author bio: Marcus Sinclair, Peneliti Senior di lembaga think tank keamanan dan geopolitik Eropa terkemuka.