Standar Keselamatan Kebun Binatang Gagal? Mengapa Insiden Buaya di Inggris Bisa Terjadi

(SeaPRwire) –   By: Adrian Kingsley

Semua pihak bingung bagaimana insiden ini bisa terjadi. Anggota dewan distrik menyatakan tempat itu sudah punya peralatan keselamatan yang tepat. Tapi nyatanya seorang pria bisa memaksa anak kecil masuk ke kandang buaya. Insiden ini membuka celah besar dalam tata kelola keselamatan tempat wisata keluarga. Banyak regulasi yang hanya fokus pada perlindungan dari bahaya hewan. Mereka lupa bahwa bahaya terbesar bisa datang dari niat jahat manusia.

Insiden terjadi di Johnsons of Old Hurst, Huntingdon, Inggris utara London. Tempat ini adalah kombinasi pertanian dan kebun binatang yang dikelola keluarga Johnson. Seorang pria berusia 30 tahun yang tidak dikenal oleh korban diduga memaksa anak laki-laki berusia 3 tahun masuk ke kandang buaya. Pria itu dituduh melakukan percobaan pembunuhan. Dia dibebaskan dari tahanan pada Jumat setelah penangkapan. Polisi Cambridgeshire menyatakan pria itu dinilai tidak layak untuk diwawancara. Pria itu akan tetap dalam jaminan sampai 30 September, menunggu penyelidikan lanjutan. Anak mengalami luka kritis berupa patah lengan dan patah panggul. Sekarang kondisinya sudah stabil di rumah sakit. Anak berhasil diselamatkan dari buaya oleh Tracey Johnson, istri pemilik kebun binatang. Penduduk lokal mengenal Tracey sebagai wanita yang selalu berani menolong orang lain. Dia menempatkan dirinya dalam bahaya besar saat melakukan penyelamatan.

Pernyataan resmi dari pihak pengelola dan pemerintah daerah mengatakan semua peralatan keselamatan sudah terpenuhi. Charlotte Lowe, anggota dewan distrik Huntingdonshire, menyatakan tidak bisa mengerti bagaimana insiden ini terjadi. Selama ini regulasi keselamatan kebun binatang memang hanya difokuskan pada pengamanan fisik kandang. Tujuannya untuk mencegah hewan keluar dari kandang dan mencelakai pengunjung. Tidak ada ketentuan khusus yang mengatur antisipasi aksi kekerasan dari pengunjung. Pengelola tidak diwajibkan untuk menambah lapisan pengawasan terhadap interaksi antar pengunjung. Kebun binatang skala kecil seperti Johnsons of Old Hurst juga tidak memiliki anggaran tambahan untuk keperluan itu. Mereka hanya mengikuti standar minimal yang ditetapkan oleh pemerintah. Setelah insiden ini, pemilik menutup area rumah tropis tempat kandang buaya berada sampai pemberitahuan lebih lanjut. Mereka menyatakan doa dan dukungan untuk korban dan keluarganya. Insiden ini menunjukkan bahwa standar keselamatan yang dianggap cukup sudah ternyata memiliki celah besar. Bahkan dengan peralatan yang tepat, niat jahat manusia bisa melewati semua lapisan pengamanan. Banyak orang berpikir bahwa insiden seperti ini hanya kemungkinan kecil. Tapi kemungkinan kecil itu bisa menelan korban anak yang tidak bersalah. Banyak pengelola tempat wisata keluarga juga tidak punya pelatihan untuk menghadapi situasi seperti ini. Mereka hanya siap menangani kecelakaan tidak disengaja, bukan aksi kekerasan yang direncanakan.

Regulasi keselamatan publik tidak boleh hanya fokus pada bahaya yang bisa diprediksi. Selama antisipasi niat jahat tidak dimasukkan ke dalam standar, insiden serupa akan terjadi lagi.

Author bio: Adrian Kingsley, pakar administrasi publik internasional yang fokus pada regulasi keselamatan tempat wisata.