
(SeaPRwire) – [Paragraph 1] Banyak laporan pasar cuma memberitahu kenaikan harga emas tanpa menjelaskan akar masalahnya. Hari Kamis lalu, harga emas naik hampir 1 persen setelah kabar gencatan senjata bersyarat antara Israel dan Lebanon keluar. Semua orang cuma lihat dampak geopolitis, tapi ada dua faktor lain yang sama kuat mendorong kenaikan ini. Saya akan pecah semua data mentah tanpa bumbu PR yang biasa bikin investor salah langkah.
[Paragraph 2] Harga emas spot naik 0,9 persen menjadi 4.476,07 dolar AS per ons. Emas berjangka AS naik 0,8 persen ke level 4.502,84 dolar AS per ons. Kenaikan ini terjadi sehari setelah emas turun lebih dari 1 persen karena dolar yang menguat. Gencatan senjata ini bersyarat, tergantung Hezbollah menghentikan permusuhan. Aksi militer baru masih terjadi pada Rabu, ketegangan kawasan masih tetap tinggi meskipun perjanjian diumumkan.
[Paragraph 3] Indeks Dolar AS turun tipis 0,1 persen setelah mencapai level tertinggi dua bulan pada sesi sebelumnya. Dolar yang lemah membuat harga emas lebih murah untuk pembeli yang menggunakan mata uang lain. Bank sentral seluruh dunia terus membeli emas secara stabil untuk dasar permintaan struktural. Analis Saxo Bank sebutkan level dukungan utama emas ada di sekitar 4.425 dolar AS per ons. Harga minyak juga turun setelah tiga sesi berturut-turut naik, mengurangi kekhawatiran inflasi.
[Paragraph 4] Saat ini semua perhatian pelaku pasar tertuju ke laporan nonfarm payrolls AS yang akan rilis Jumat. Data ADP menunjukkan pengusaha swasta AS menambah 122.000 lapangan kerja baru pada Mei. Angka ini melebihi ekspektasi ekonom dan lebih baik dari capaian bulan sebelumnya. Survei ISM juga menunjukkan harga jasa bisnis AS naik ke level tertinggi sejak 2022. Kenaikan harga produk minyak bumi menjadi pendorong utama lonjakan harga tersebut.
[Paragraph 5] Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan pertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Suku bunga yang tinggi biasanya buruk untuk emas, karena emas tidak memberikan hasil investasi. Logam lain seperti perak naik 0,9 persen ke 73,41 dolar per ons, platinum naik 1,3 persen ke 1.884,60 dolar per ons. Tembaga justru turun karena kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global. Analis ING sebutkan kekhawatiran pertumbuhan dan inflasi menekan sentimen pasar tembaga.
[Paragraph 6] Sebagian besar pelaku pasar tidak akan mengambil posisi besar sebelum kedua data kunci selesai dirilis.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.
Sektor: Top Story, Daily News
SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.