
(SeaPRwire) – [Paragraph 1] Musim pendakian Everest tahun ini mencatat rekor baru. Nepal mengeluarkan 494 izin pendakian, angka tertinggi sepanjang sejarah modern pendakian di sini. Lebih dari 1.000 pendaki dan pemandu berhasil mencapai puncak tertinggi dunia. Bisnis pendakian komersial di sini memang menarik banyak devisa bagi negeri. Tapi selalu ada risiko mematikan yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Lima orang sudah tewas di gunung ini musim ini. Semua pihak mengira Dawa Sherpa akan jadi korban berikutnya.
[Paragraph 2] Dawa Sherpa adalah pemandu pendaki asal Nepal berusia 52 tahun. Ia hilang sekitar 29 Mei saat sedang turun dari ketinggian Everest. Ia dan klien Polandiannya memutuskan berbalik sebelum mencapai puncak. Kliennya berhasil sampai ke base camp dengan selamat tanpa cedera. Tapi Dawa tidak muncul di titik temu setelahnya. Keluarga dan tim pencari sudah kehilangan seluruh harapan. Helicopter penyelamat yang dikirim sebelumnya tidak berhasil menemukan jejaknya.
[Paragraph 3] Keluarga Dawa bahkan sudah mulai melakukan ritual pemakaman untuknya. Mereka mendapat kabar penemuan Dawa saat prosesi ritual masih berjalan. Awalnya mereka tidak percaya dengan kabar yang datang begitu mendadak. Mereka meminta dikirim foto untuk memastikan identitas orang yang ditemukan. Setelah yakin, barulah mereka bisa merasakan kebahagiaan yang tak terduga. Tim pembersih dari Sagarmatha Pollution Control Committee lah yang menemukan Dawa saat sedang bekerja.
[Paragraph 4] Untuk orang luar, mukjizat ini hanya cerita menakjubkan yang layak jadi headline. Tapi bagi industri pendakian komersial Everest, ini cerminan masalah yang selalu tertutup. Pemandu Sherpa adalah tulang punggung seluruh bisnis yang menghasilkan jutaan dolar setiap tahun. Mereka yang menyiapkan jalur, membawa peralatan, dan menanggung risiko terbesar setiap hari. Banyak kasus keterlambatan pencarian tidak pernah dijelaskan secara terbuka ke publik.
[Paragraph 5] Perusahaan pendakian Nepal menyebut kelangsungan hidup Dawa memang luar biasa. Ia bertahan hampir seminggu tanpa makanan, air bersih, maupun oksigen tambahan. Tangga tetap yang biasa dipasang di jalur Khumbu Icefall sudah dilepas setelah musim. Saat ini Dawa dirawat di rumah sakit Kathmandu karena frostbite dan komplikasi lain. Ia masih sadar dan bisa berbicara, istri dan putrinya sudah menunggu di sana. Banyak orang masih menunggu jawaban atas keterlambatan pencarian Dawa.
[Paragraph 6] Semakin ramai bisnis pendakian Everest, semakin banyak risiko yang harus ditanggung para Sherpa yang tidak terlindungi.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.
Sektor: Top Story, Daily News
SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.