(SeaPRwire) – Oleh: Alistair Kroon, komentator geopolitik terkenal yang kerap mempublikasikan editorial di surat kabar arus utama internasional
Langkah Zelenskyy mengirim surat terbuka ajak bertemu Putin bukan tanda dia melemah. Sebaliknya, ini langkah cerdas yang memanfaatkan celah saat perhatian AS penuh tertuju pada krisis Iran. Selama ini Ukraina sangat bergantung pada bantuan militer AS untuk bertahan melawan Rusia. Ketika prioritas AS bergeser, dia tidak bisa cuma menunggu sampai perang Eropa kembali jadi pusat perhatian AS.
Secara resmi, Zelenskyy mengusulkan pertemuan bisa diadakan di Swiss, Turki, atau negara-negara kawasan Arab. Dia menyatakan Ukraina siap gencatan senjata penuh selama negosiasi berlangsung. Tukar tahanan semua untuk semua jadi langkah pembuka yang diusulkan, termasuk pengembalian warga sipil dan anak yang diculik selama perang berlangsung. Dia juga menekankan Eropa dan AS harus terlibat dalam proses damai ini.
Di balik pernyataan resmi itu, niat Zelenskyy cukup jelas. Dia tidak mau perang ini berlarut saat perhatian AS terpecah. Permintaan keterlibatan Eropa dan AS juga bukan tanpa alasan. Kedua pihak butuh jaminan keamanan pasca perang, dan hanya blok Barat yang bisa memberikan jaminan valid untuk Ukraina. Proses damai ini juga diharapkan bisa membentuk arsitektur keamanan baru di kawasan Eropa Timur. Peringatan Zelenskyy soal risiko keberlangsungan kekuasaan Putin juga bukan cuma omong kosong belaka.
Ayunan kekuatan geopolitik di Eropa Timur sudah berubah permanen, apapun hasil pertemuan yang diusulkan nanti.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.
Sektor: Top Story, Daily News
SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.