10 Tahun Kemudian: Revolusi Payung Hong Kong

TOPSHOT-HONG KONG-CHINA-POLITICS-DEMOCRACY

(SeaPRwire) –   Pada tahun 2014, para demonstran Hong Kong menggunakan payung sebagai bentuk perlawanan pasif terhadap penggunaan gas air mata dan semprotan merica oleh polisi kota saat mereka menuntut pemilihan yang lebih transparan.

Gerakan protes itu dikenal sebagai “Revolusi Payung”.

Sepuluh tahun kemudian, lima warga Hong Kong merenungkan peran mereka selama protes, dan bagaimana kehidupan mereka berubah setelah tindakan keras Beijing.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.