Emas Brek Bawah $4500—Ketegangan Iran-AS dan Data Pekerjaan AS Bikin Pasar Metal Bergejolak

(SeaPRwire) –

Dr. Siti Aisyah, Kepala Riset Komoditas PT Investa Prima, punya pandangan yang menarik tentang penurunan harga emas hari ini. Dia mengatakan: “Ketegangan Iran-AS ini mengubah dinamika pasar emas. Biasanya, konflik geopolitik membuat emas menjadi safe haven, tapi kali ini sebaliknya. Kenaikan harga minyak akibat ketegangan itu memicu khawatir inflasi, yang bisa membuat Fed naikkan suku bunga. Emas yang tidak memberikan yield jadi kurang menarik. Dolar AS juga menguat, bikin emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Traders juga menunggu data nonfarm payrolls, jadi mereka menahan posisi. Ini buktinya pasar sekarang lebih sensitif pada fundamental ekonomi daripada geopolitik semata.”

Lalu, apa yang terjadi secara faktual? Emas spot turun 1% ke $4444.86 per ons, dan futures emas juga turun 1% ke $4475.62 pada Rabu pagi.

Gold Aug 26 (GC=F)
Gold Aug 26 (GC=F)

Penurunan ini muncul setelah Iran melancarkan serangan udara ke target AS di Kuwait dan Bahrain. AS menyatakan serangan itu ditolak atau gagal, tapi media negara Iran mengklaim Korps Garda Revolusioner Islam menyerang markas Armada Kelima AS di Bahrain sebagai balas dendam atas serangan AS ke menara komunikasi di dekat Qeshm. Presiden Trump mengatakan perundingan antara Washington dan Tehran masih berlangsung, tapi konflik baru membuat pasar kurang yakin deal akan segera tercapai.

Harga Brent crude futures naik karena khawatir deal untuk membuka Selat Hormuz—yang mengangkut 1/5 minyak dunia—menjadi lebih tidak mungkin. Kenaikan harga minyak meningkatkan khawatir inflasi, yang bisa membuat bank sentral naikkan suku bunga. Pasar saat ini mengharapkan Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Juni, tapi masih ada kemungkinan kenaikan nanti tahun ini. Dolar AS juga menguat, membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Data lowongan kerja AS pada April naik secara tak terduga, memperkuat pandangan bahwa Fed akan tetap ketat. Traders menunggu data ADP, ISM layanan, dan pesanan pabrik pada Rabu, serta laporan nonfarm payrolls pada Jumat. Simon-Peter Massabni dari XS.com mengatakan investor menghindari posisi baru besar sebelum data itu, sementara Neil Walsh dari Britannia Global Markets menambahkan bahwa pasar tetap waspada terhadap perundingan Iran-AS.

Bagaimana outlooknya? Kenaikan harga minyak dan ketegangan geopolitik akan terus mempengaruhi pasar emas dalam jangka pendek. Jika konflik Iran-AS berlanjut, harga minyak bisa tetap tinggi, mempertahankan khawatir inflasi. Ini bisa membuat Fed tetap ketat, sehingga emas akan terus面临 tekanan. Namun, jika data nonfarm payrolls menunjukkan penurunan pekerjaan, pasar bisa berharap Fed akan menurunkan suku bunga, mendukung harga emas. Di sisi lain, data pekerjaan kuat akan membuat suku bunga tetap tinggi, membuat emas kurang menarik. Untuk investor, ini adalah waktu yang tricky—perlu memantau kedua faktor geopolitik dan ekonomi. Emas mungkin akan bergerak dalam rentang consolidasi sampai ada sinyal jelas dari Fed atau perkembangan konflik. Jangka panjang, emas masih memiliki nilai sebagai safe haven, tapi jangka pendek, pasar akan lebih fokus pada data ekonomi dan perundingan Iran-AS.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.