Santos di Kalshi: Kasus Trading yang Mengguncang Pasar Prediksi dan Regulator

(SeaPRwire) –

Dr. Rina Suryani, analis senior di Fintech Insight Indonesia, melihat kasus Santos di Kalshi sebagai tanda bahaya yang tidak bisa diabaikan. “Ini bukan cuma tentang satu orang yang mungkin curang. Ini menunjukkan bahwa platform pasar prediksi masih belum bisa sepenuhnya mencegah orang dengan informasi eksklusif dari memanfaatkannya,” katanya. “Kalshi punya tools screening, tapi ketika individu yang langsung terlibat dalam event (seperti Santos dengan kehadirannya di SOTU) bisa bertrading, itu berarti kontrolnya masih lemah. Regulator harus segera menetapkan aturan yang jelas—apakah orang yang punya akses informasi internal boleh berpartisipasi?”

Berikut fakta-fakta kasus: DOJ dan CFTC sedang menyelidiki mantan anggota Kongres AS George Santos terkait trading di Kalshi yang berhubungan dengan kehadirannya di State of the Union (SOTU) Presiden Trump bulan Februari. Menurut NPR, Kalshi mendeteksi aktivitas trading yang terkait dengan Santos, membekukan akunnya, dan merujuk ke otoritas federal. Investigasi fokus pada apakah Santos menggunakan pengetahuan pribadi tentang rencananya sendiri untuk bertrading. NPR melaporkan bahwa Santos diduga mendapatkan keuntungan puluhan ribu dolar dengan bertaruh bahwa dia tidak akan hadir di SOTU, meskipun sebelumnya dia menyatakan di X bahwa berencana hadir. Ketika pidato berlangsung, Santos posting dari bandara, dan odds kehadirannya di pasar turun. Kalshi telah mencoba wawancarai Santos untuk review internal, tapi Santos tidak menerima permintaan itu. Santos mengatakan bahwa investigasi ini “baru tahu” dan tidak mengkonfirmasi atau menafikan kepemilikan akun Kalshi. Dia juga mengkritik laporan tersebut di X.

Kasus ini datang ketika pasar prediksi sedang menghadapi lebih banyak perhatian dari regulator dan legislator tentang kontrol terhadap insider trading dan abuse pasar. Kalshi dan Polymarket keduanya telah ditanya tentang apakah orang dengan pengetahuan langsung tentang hasil event bisa mendapatkan keuntungan dari akses itu. Bulan April, seorang tentara AS di tuduh terkait betting di Polymarket tentang penangkapan Nicolás Maduro. Platform-platform sudah mengambil langkah: Kalshi telah memperkenalkan tools untuk menyaring peserta dari trading pada event yang mereka terlibat langsung, sementara Polymarket memperbarui aturan pasar dan memperluas standar surveillance. Namun, volume pasar masih besar—The Block melaporkan bahwa Kalshi mencatat sekitar $16.8 miliar di volume Mei, dibandingkan $7 miliar untuk Polymarket. Masa depan pasar prediksi akan bergantung pada kemampuan platform untuk menegakkan aturan yang ketat dan regulator untuk membuat kerangka hukum yang jelas. Jika tidak, kepercayaan investor akan menurun, dan pasar ini bisa kehilangan legitimasi sebagai instrumen keuangan yang valid. Banyak orang melihat pasar prediksi sebagai cara yang menarik untuk berinvestasi, tapi tanpa aturan yang jelas, risiko seperti ini akan terus muncul.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.