(SeaPRwire) – Krisis keamanan di perbatasan utara Israel tidak kunjung menemukan titik terang. Janji gencatan senjata yang diumumkan berulang kali oleh Washington nyatanya tidak menyentuh realitas warga di sana. Ketegangan sudah berlangsung hampir dua tahun sejak Hizbullah bergabung dalam perang melawan Israel pada 8 Oktober 2023. Warga yang kembali ke rumahnya kini terjebak dalam kebuntuan yang tidak ada ujungnya.
Dua hari setelah pengumuman gencatan senjata terbaru oleh Presiden AS Donald Trump, warga Kibbutz Manara Yulia Bar-Dan kembali mendengar suara interseptor roket melintas di atas kepalanya. Pada Desember 2024 lalu, Bar-Dan dan keluarganya bahkan sempat mengungsi di satu kamar hotel selama berbulan-bulan, tidak tahu apakah bisa kembali ke rumah. Sekitar 200 dari 280 warga kibbutz itu sudah kembali, namun banyak rumah masih rusak parah akibat perang. Sekolah memang dibuka kembali awal Juni, namun Bar-Dan tidak berani mengirim anaknya bersekolah karena khawatir ada serangan di perjalanan. Pemimpin komunitas Manara Yochai Wolfin menyebut situasi ini sebagai “perang gencatan senjata”. Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem pada 4 Juni 2026 bahkan menolak kerangka gencatan senjata yang dimediasi Washington, menyebutnya sebagai peta jalan penyerahan diri yang memalukan.
Biaya geopolitik permainan kekuatan AS, Iran, Hizbullah dan Israel tidak cuma jatuh ke pihak tentara. Warga sipil di perbatasan dua negara jadi pihak yang paling banyak menanggung kerugian, tanpa dilibatkan dalam proses perundingan apapun. Tanpa memasukkan aspirasi warga yang tinggal langsung di zona konflik, tidak ada kesepakatan apapun yang akan benar-benar berjalan di lapangan.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.
Sektor: Top Story, Daily News
SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.