UNRWA Pecat 70 Staf Gaza—Tuduhan Hamas Tersembunyi Atau Hanya Penutup Mata?

(SeaPRwire) –   By: Julian Holbrooke

UNRWA memecat 70 staf di Gaza. Agensi ini berkata langkah ini bukan pengakuan kesalahan. Ia dikatakan untuk mengurangi risiko keamanan bagi pengungsi dan staf UNRWA.

UNRWA klaim tidak menerima bukti dari Israel tentang tuduhan kolaborasi dengan Hamas. Tapi keputusan ini datang setelah USAID menyelidiki. Hasil USAID (5 Juni) menunjukkan beberapa staf UNRWA terlibat operasi militer Hamas—seperti wakil kepala sekolah yang jadi komandan batalyon al-Qassam, atau guru yang penembak jitu. USAID merekomendasikan penangguhan atau pemecatan lebih dari 100 staf.

Israel menentang penjelasan UNRWA. Kementerian Luar Negeri Israel menyebut pernyataan UNRWA sebagai penutup mata. IDF klaim 12% dari 12.521 staf UNRWA di Gaza adalah anggota Hamas atau organisasi teroris lain. UNRWA mengakui bekerja dengan Hamas adalah kebutuhan operasional untuk bantuan di Gaza, tapi menolak kolaborasi aktif.

Kredibilitas UNRWA semakin goyah. Pemecatan 70 staf ini mungkin tidak cukup menghilangkan tekanan donor. AS pernah mempertimbangkan sanksi terorisme terhadap UNRWA. Marco Rubio bahkan menyebut UNRWA sebagai “anak perusahaan Hamas”.

Author bio: Julian Holbrooke, analis hubungan internasional luar negeri yang sering berkontribusi pada surat kabar harian utama Eropa.