(SeaPRwire) – Kasus antisemitisme di Kanada mencetak rekor tertinggi sepanjang 2025. Komunitas Yahudi hanya merupakan 1,2% dari total penduduk negara itu. Namun mereka menjadi target 75% dari seluruh kejahatan kebencian yang tercatat. Selama ini komunitas Yahudi menuntut aksi nyata pemerintah untuk melindungi mereka. Banyak yang merasa langkah pemerintah selama ini cuma formalitas tanpa dampak nyata.
Perdana Menteri Mark Carney baru saja mengumumkan pembentukan Dewan Hak, Kesetaraan dan Inklusi. Dia menyatakan dewan ini bertugas khusus memerangi rasisme dan antisemitisme yang parah. Namun dua anggota dewan ini menuai kritik keras dari berbagai kalangan. Yang pertama Omar Alghabra, pernah menolak mengutuk serangan Hamas 7 Oktober, juga pernah melobi agar Hezbollah tetap legal. Alghabra sendiri pernah menyebut Hamas sebagai organisasi teroris dalam debat parlemen 2016, menurut laporan The Jerusalem Post. Yang kedua Avnish Nanda, mendukung perkemahan pro-Palestina di Universitas Alberta yang dikhawatirkan ciptakan lingkungan tidak aman bagi mahasiswa Yahudi. Data B’nai Brith menunjukkan kasus antisemitisme 2025 capai 6.800 insiden, naik 9,4% dari 2024, rata-rata 18,6 insiden per hari.
B’nai Brith selaku organisasi advokasi Yahudi terkemuka Kanada menyambut baik pengakuan Carney atas krisis antisemitisme. Namun mereka menilai dewan ini tidak punya wewenang dan skala cukup untuk menangani krisis. Mereka menuntut pemerintah membentuk Gugus Tugas Darurat Nasional Antisemitisme untuk aksi cepat. Jika pemerintah terus mengutamakan performa politik daripada aksi nyata, ketegangan sosial di Kanada akan semakin parah dalam kuartal berikutnya.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.
Sektor: Top Story, Daily News
SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.